Daerah

Yeni Veronika : Ajang TdF Hanya Habiskan Uang Kabupaten

TEROPONGNTT, KUPANG — Event balap sepeda Tour de Flores (TDF) menyusuri wilayah daratan Pulau Flores dirasakan hanya menghabiskan angaran pemerintah kabupaten. Kegiatan TdF belum mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan di objek-objek wisata yang ada di seluruh kabupaten di Pulau Flores.

Demikian dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai yang juga Anggota DPRD NTT dari Partai Amanat Nasional (PAN) , Yeni Veronika kepada wartawan, Kamis (20/17/2017). Menurut Yeni, ajang TdF harus dievaluasi, karena jika TdF hanya murni sebagai ajang balap sepeda, maka tidak ada asas manfaatnya.

“TdF ini tujuannya apa? Kalau hanya balap sepeda maka tidak ada asas manfaatnya. Karena yang terjadi hanya balap sepeda melintasi seluruh abupaten di Flores,” ujar Yeni Veronika.

Anggota DPRD NTT dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, jika TdF tetap akan diselengarakan maka anggaran tidak boleh dibebankan sepenuhnya pada anggaran APBD II di kabupaten.  Anggaran APBD II untuk kepentingan publik.

“Anggaran APBD II untuk kepentingan publik. Masih banyak desa-desa miskin yang butuh perhatian pemerintah termasuk rumah layak huni. TdF tidak berimbas pada pendapatan bagi kelompok UKM, ” kata Yeni Veronika.

Ketua Dekranasda Manggarai ini menginginkan, seluruh rombongan tamu mengunjungi objek-objek wisata se-daratan Flores yang disinggahi. “Jika diselenggarakan lagi wajib nginap dan biaya nginap tidak boleh dibebankan kepada kabupaten,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD NTT yang juga mantan Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTT, Yohanes Rumat berpendapat, kegiatan Tour de Flores (TDF) dan Tour de Timor (TDT) yang sudah berjalan selama dua tahun berturut-turut (2016 dan 2017) tidak berdampak langsung bagi pelaku pariwisata dan bagi masyarakat kecil.

Menurut Anggota DPRD NTT asal Manggarai ini, kegiatan Tour de Flores (TDF) dan Tour de Timor (TDT) merupakan gaung promosi pariwisata saja. Dampak langsungnya, terutama bagi devisa negara atau daerah serta bagi masyarakat kecil dan pelaku pariwisata, tidak ada.

Yohanes Rumat mengatakan hal ini ketika dimintai komentarnya, Kamis (13/7/2017). Sebelum menjadi anggota dewan, Yohanes Rumat adalah pengurus Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTT. Dalam bahasa Indonesia Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies dikenal sebagai Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. (pat)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top