Daerah

Wouw Hebat….Fakultas Hukum Undana Kini Punya Jurnal Internasional

TEROPONGNTT, KUPANG — Fakultas Hukum (FH) Universitas Nusa Cendana (Undana) kini mempunyai jurnal internasional dengan nama Nusa Cendana Law Review. Peluncuran jurnal internasional Nusa Cendana Law Review dilaksanakan di ruang video conference gedung FH Undana, Jumat (4/10/2016) siang, dan disambut positif para dosen dan mahasiswa.

Peluncuran jurnal internasional Nusa Cendana Law Review disatukan dengan kegiatan pelatihan tentang jurnal internasional bagi para dosen dan mahasiswa fakultas tersebut. Kegiatan pelatihan yang dibuka Dekan FH Undana, Yorhan Y. Nome, SH., M.Hum dihadiri Reviewer Jurnal Internasional Dirjen Dikti, Prof Irwansyah dan Ahsan Yunus, SH, MH.

Dalam sambutannya, Dekan FH Undana, Yorhan Y. Nome, SH., M.Hum mengatakan, pelatihan dan peluncuran Nusa Cendana Law Review digelar dalam rangka memudahkan publikasi karya ilmiah maupun hasil penelitian para dosen Fakultas Hukum (FH) Undana di jurnal ilmiah internasional. Dengan suatu cita-cita, agar FH Undana mampu bersaing dengan fakultas hukum lain di wilayah lainnya di negara Indonesia.

Selama ini, kata Nome, para dosen FH Undana hanya mempublikasikan hasil penelitian di jurnal yang berstandar lokal maupun nasional. Padahal seharusnya, hasil penelitian para dosen FH Undana bisa dipublikasikan lebih luas dan bisa bermanfaat secara lebih luas pula.

Kehadiran jurnal internasional  ini, kata Nome, dapat pula dimanfaatkan oleh  11 doktor yang ada di FH Undana dalam mempublikasikan hasil penelitiannya. Sehingga kedepan, para doctor tersebut bisa didorong menjadi guru besar setelah hasil penelitian mereka dimuat di jurnal internasional.

“Bukan tidak mungkin, para doctor akan meraih guru besar bila rajin mempublikasikan tulisan mereka. Para dosen diharapkan bisa mempublikasikan hasil penelitian di Jurnal Internasional Nusa Cendana Law Review ini,” kata Nome.

Sementara Reviewer Jurnal Internasional Dirjen Dikti dari Universitas Hassanudin Makasar, Prof Irwansyah, mengatakan, jurnal internasional ibarat pepatah, benci tapi rindu, rindu namun benci. Tulisan jurnal ilmiah hasil penelitian memang sulit dimuat di jurnal internasional. Namun, bila sudah sekali dimuat, biasanya kebencian akan berubah menjadi rindu dan keinginan untuk terus menilis jurnal hasil penelitian di jurnal internasional.

Sebagai contoh, kata Prof Irwansyah, Jurnal Internasional Hasanudin Law Review telah menembus peringkat 59 dunia, karena telah memegang hak paten jurnal internasional DOAJ. Jurnal tersebut sudah ‘go public’ dan dibaca khalayak di berbagai belahan dunia.

Prof Irwansayah juga mengingatkan, salah satu kendala yang dihadapi biasanya berupa tenaga IT. Walau tulisannya bagus, namun tenaga IT kurang bagus, maka tulisan-tulisan menjadi sulit dipublikasi. Karena itu, dukungan pihak fakultas dan universitas sangat penting bagi kelangsungan jurnal internasional hingga memiliki branding sebagai ciri khas fakultas hukum Undana. (nia)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top