Daerah

Warga Miskin di Kota Kupang Akan Diakomodir Jadi Peserta BPJS Kesehatan

TEROPONGNTT, KUPANG — Pemerintah pusat akan memberi jaminan kesehatan bagi warga miskin di Kota Kupang. Warga miskin dikomodir  sebagai peserta BPJS Kesehatan, dan jaminan kesehatan warga miskin akan dibiayai pemerintah melalui APBN.

“Tahun 2018 mendatang, sebanyak puluhan  ribu warga miskin di Kota Kupang, akan kami sertakan sebagai peserta BPJS Kesehatan, melalui  dana APBN,” kata Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Kupang, dr. Ary Wijana di kantor Walikota Kupang, Kamis (31/8/2017).

Menurut Wijana, sesuai data yang ada di pemerintah dan data dari badan pusat statistic (BPN), secara keseluruhan ada sebanyak 93 ribu warga miskin di Kota Kupang.Tapi data tersebut  bukan merupakan data final, karena pemerintah masih melakukan validasi data keluarga miskin yang akan diakomodir sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Kalau sesuai data BPS ada sebanyak 39 ribu warga miskin, namun data tersebut masih beda dengan data yang ada pada Pemerintah Kota Kupang. Sehingga, masih butuh validasi  atau yang biasa disebut “by name by addres ” untuk memastikan siapa saja yang layak menerima bantuan pemerintah pusat,” jelas Wijana.

Wijana mengaku, inisiatif pemerintah pusat dengan mengakomodir warga miskin sebagai peserta BPJS Kesehatan ini preminya dibayarkan melalui APBN. Karena sesuai amanat UU, layanan dasar kesehatan masyarakat ditanggung oleh pemerintah.

Wijana mengatakan, untuk layanan kesehatam secara lokal di Kota Kupang sudah ada Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan layanan kesehatan gratis berbasis e-KTP. Namun  jaminan kesehatan tersebut hanya bisa berlaku di Kota Kupang.

Sehingga, kata Wijana,  salah satu upaya pemerintah pusat agar masyarakat bisa mendapat pelayanan di semua rumah sakit, salah satunya yakni warga miskin diintegrasi sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Berkaitan dengan penyakit jantung dan penyakit lain yang belum ditangani oleh rumah sakit yang berada di Kota Kupang, maka pastinya dengan BPJS kesehatan bisa dapat dilakukan pengobatan di rumah sakit lain,” ungkap Wijana. (lan)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top