Daerah

Warga Bello Memiliki Cara Unik Dalam Menjaga Kelestarian Sumber Mata Air

TEROPONGNTT, KUPANG — Warga Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, memiliki cara unik dalam merawat lingkungan khususnya sumber mata air, yang diyakini sebagai anugrah Tuhan dan leluhur, yang perlu dijaga serta dilestarikan.

Semua warga Bello, tak terkecuali yang bermukim di sekitar dua sumber mata air Oelne’neno dan sumber air Oelne’paut, setiap tahun berkewajiban ikut serta dalam upacara tradisi “Talao’oel” yang berlangsung antara bulan Oktober sampai Desember tahun berjalan.

Beberapa tokoh masyarakat yang ditemui di Bello kemarin saat dilangsungkan upacara itu menjelaskan, istilah Talao’oel sebenarnya suatu upaya yang melibatkan semua warga dengan membawa sedikit material dari hasil mata pencaharian warga seperti pertanian, peternakan dan lain-lain misalnya padi atau beras, ayam atau kambing dan jenis lainnya untuk dipersembahkan pada saat upacara adat itu dilangsungkan. Yang dilakukan di sekitar sumber mata air, dan semua bawaan warga akan diolah kemudian dihidangkan dan dinikmati seluruh warga yang hadir.

Tujuannya menurut Soleman Tuan, salah satu tokoh masyarakat, sebagai bentuk “ucapan terima kasih warga kepada Tuhan dan leluhur yang telah memberikan air yang cukup kepada warga sekitar selama satu tahun yang lalu” tandas Soleman.

Sementara itu, Semuel Takene, tokoh masyarakat lainnya, juga menjelaskan bahwa jadwal upacara adat Talao’oel berdasarkan rembuk beberapa pimpinan adat bersama sejumlah wakil warga. “Pada saat upacara adat itu juga dimanfaatkan warga untuk membersihkan saluran air mulai dari sumber sampai lokasi persawahan milik warga,” kata Samuel.

Dimana jaraknya sepanjang kurang lebih 500 meter. Dengan maksud agar aliran air bisa lancar mengalir ke lokasi pertanian warga.

Dijelaskan oleh kedua tokoh masyarakat itu, biasanya persembahan warga juga dalam bentuk sumbangan uang yang nilainya juga sesuai kerelaan warga itu sendiri. Namun biasanya berkisar Rp.25.000 sampai Rp.100.000. uang yang dikumpulkan juga akan dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan lain guna dipersembahkan pada saat upacara.

Corinus Tuan, salah satu tokoh masyarakat yang ditemui terpisah, mengharapkan, upacara adat di kedua sumber air di Bello sebagai warisan para leluhur dapat terus dilestarikan tidak saja sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada pemberi kehidupan dalam hal ini Tuhan Allah.

Juga menurut mantan Camat Maulafa Kota Kupang itu, ritual adat Talao’oel sebagai budaya masyarakat yang memiliki nilai sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

(goris takene)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top