Daerah

Wagub Litelnoni Minta Aparatur Linmas Waspadai Teroris

TEROPONGNTT, KUPANG — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT), Drs Benny A Litelnoni, SH.M.Si meminta aparatur perlindungan masyrakat (Linmas) kabupaten/kota se-NTT untuk mewaspadai adanya penyusupan teroris. Dengan bebasnya eks-teroris dan kelompok-kelompok garis keras lain, tidak tertutup kemungkinan menyusup ke wilayah NTT.

Peringatan Wagub NTT, Benny A Litelnoni ini disampaikan ketika membuka Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Aparatur Bidang Linmas (Satuan Polisi pamong Praja NTT) di Hotel Pelangi Kupang, Kamis (8/5/2017). Menurut Litelnoni, kerja sama dan kerja keras yang dilakukan selama ini telah membuat kondisi lingkungan di NTT cukup kondusif.

Kondisi ini, kata Litelnoni, harus terus dijaga dan dipelihara agar NTT tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi siapa saja. Aparatur linmas harus tetap bekerja keras, menjaga ketentraman dan jangan membiarkan adanya kelompok tertentu yang berusaha merusak keharmonisan yang telah terpelihara selama ini.

“Saya minta saudara-saudara sekalian agar mewaspadai kemungkinan-kemungkinan tersebut. Lakukan pembinaan bila ditemukan (eks-terooris dan kelompok garis keras lainnya, red) supaya kembali mencintai NKRI yang berasaskan Pancasila dan UUD ’45. Sehingga semua bisa hidup berdampingan dengan damai dan santun meski dalam berbagai perbedaan,” kata Litelnoni.

Persoalan lain yang juga membutuhkan perhatian, kata Litelnoni, adalah memantau keberadaan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama dan mencoba melakukan instabilitas NKRI di daerah ini. Aparatur Linmas harus menunjukkan komitmen untuk meredam ganguan kamtibmas secara dini serta mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan.

Litelnoni juga mengingatkan, pesta demokrasi pilkada di Kabupaten Flores Timur, Lembata dan Kota Kupang tahun 2016 telah dilaksanakan secara berkualitas. Tahun 2018 akan ada lagi pesta demokrasi pilkada di 1O kabupaten dan Pilgub Propinsi NTT. Aparatus linmas harus terus berperan sesuai tupoksinya, agar pengalaman manis yang terukir di tahun 2016 juga terjadi pada pesta demokrasi  tahun 2018.

“Pilkada tahun 2016 memberi pelajaran yang baik. Momentum yang kondusif perlu terus dipelihara karena dapat saja dimanfaatkan segelintir orang untuk mengganggu sistem ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Terutama pada saat kampanye, pencoblosan dan tahapan penting lainnya dengan modus yang bervariasi.
“Harapan saya, kiranya kegiatan bimtek bagi aparatur linmas Pol PP ini bisa menggali inspirasi baru dan menjadi pendorong untuk melahirkan karya dan prestasi yang membanggakan dalam setiap tugas pelayanan. Pupuk terus kebersamaan dan tetap menjalin hubungan baik dengan seluruh elemen masyrakat,” kata Litelnoni.

Sementara Kepala Satpol PP NTT, John Hawula mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan bimtek adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan aparatur bidang linmas dalam melakukan pengamanan dan mendukung pencapaian rasa aman, nyaman dan tentram bagi masyrakat NTT. Selain itu, meningkatkan kesiapsiagaan dalam mendeteksi dan mengidentifikasi berbagai gejolak kemasyrakatan di NTT.

Melalui kegiatan bimtek, kata Hawula, diharapkan tercipta persamaan persepsi, visi dan misi dalam menjalankan tugas fungsi aparatur pemerintah di daerah.  Kegiatan yang diikuti 50 orang peserta dan dilaksanakan selama tanggal 17-19 Mei 2017 ini mengambil tema, “Melalui bimbingan teknis bagi aparatur bidang linmas, kita tingkatkan pelayanan keamanan, kenyamanan dan ketentraman masyarakat”. (ika)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top