Daerah

Vinsen Belawa Making : SKP IAKMI Tidak Hanya Tentang Seminar, Ini Yang Lainnya

TEROPONGNTT, KUPANG — Mau perpanjang Surat Tanda Registrasi (STR) namun bingung mengumpulkan Satuan Kredit Profesi (SKP)..? Bagi tenaga kesehatan kemasyarakatan sebagai Anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), penjelasan Sekretaris Umum IAKMI Provinsi NTT, Vinsen Belawa Making, SKM.,M.Kes bisa menjadi petunjuknya.

Kepada wartawan Teropongntt.com, Jumat (9/8/2019), Sekretaris Umum IAKMI Provinsi NTT, Vinsen Belawa Making, SKM.,M.Kes menjelaskan bahwa, SKP IAKMI tidak hanya tentang seminar. Tetapi ada beberapa point penting yang berpengaruh dan menjadi penyumbang nilai SKP IAKMI.

Vinsen Belawa Making menjelaskan, mengikuti seminar/workshop ternyata hanya memberi 7,5 SKP saja atau minimal dalam 1 tahun harus mengikuti 1 seminar yang punya 2 SKP. Sehingga mengumpulkan lebih dari 7,5 SKP menjadi sulit, meskipun mengikuti seminar/workshop juga penting buat menambah pengetahuan/ketrampilan. Jangan kurang dari 5 SKP, karena jika kurang maka nantinya tidak diakui. Jadi harus pas antara 5 sampai 7,5 SKP.

Porsi terbesar yang menyumbang nilai SKP, kata Vinsen Belawa Making, ternyata pada kegiatan keprofesian yaitu 15 SKP seperti; melakukan tugas harian sebagai tenaga kesehatan dengan 10 layanan kegiatan kesehatan masyarakat. SKP bidang ini tidak boleh kurang dari 7,5 SKP.

“Porsi berikutnya adalah Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yaitu 10 SKP, seperti mengajar kesehatan (dosen), meneliti, menulis jurnal, dll. Bidang ini tidak boleh kurang dari 2,5 SKP,” kata Vinsen Belawa Making.

Dan yang terakhir, kata Vinsen Belawa Making, adalah pada pengabdian masyarakat yang mencapai 3,75 SKP, seperti kegiatan Baksos, terlibat dalam penaggulangan bencana, aktif dalam pengurus IAKMI, dapat penghargaan bidang kesehatan dan lainnya. Bidang ini tidak boleh kurang dari 2,5 SKP.

“Semua bukti bahwa telah mengikuti 4 kegiatan ini, wajib disimpan dalam bentuk soft copi dan di-upload dalam CPD online masing-masing. Setiap kali dapat surat tugas atau sertifikat cukup di foto/scan saja trus simpan baik-baik dalam 1 folder untuk nantinya diupload,” jelas Vinsen Belawa Making.

Untuk mengetahui caranya, tambah Vinsen Belawa Making, gampang saja. Silakan masuk ke Web CPD online IAKMI dan jika masih belum bisa silakan menghubungi pengda IAKMI masing-masing.

(*/VM)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top