Daerah

Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya Gelar Lokakarya Sistem Penjamin Mutu Internal di STKIP Soe

TEROPONGNTT, SOE — Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya sebagai salah satu perguruan tinggi (PT) unggul di Indonesia, menggelar Lokakarya Sistem Penjamin Mutu Internal di aula kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Soe, Selasa (18/6/2019. Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (20/6/2019) ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Asuh PT Unggul di STKIP tersebut.

Program Asuh PT Unggul Tahun 2019 dari Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya sejalan dengan amat Permenrisekdikti Nomor 43 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan Permenrisekdikti Nomor 62 Tahun 2016 mengenai Sistem Penjamin Mutu Internal.

Amanat dari peraturan tersebut, mewajibkan setiap perguruan tinggi melaksanakan penjaminan mutu perguruan tinggi sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan, sehingga perlu dijabarkan berdasarkan visi dan misi perguruan tinggi berupa langka-langka penetapannya, pelaksaannya, evaluasinya, pengendalian dan peningkatannya (PPEPP). Sistem penjaminan mutu PT dapat dilaksanaman secara terstruktur, obyektif, berdasarkan data, transparan dan akuntabel.

Perguruan Tinggi (PT) Asuhan perlu memiliki pengetahuan yang komprehensif mengeni aspek-aspek yang telah diatur dalam kedua peraturan menteri tersebut. Sehingga PT Asuhan mampu mengimplementasikannya dengan berupa menyempurnakan dokumen SMPI-nya yang sesuai dengan prinsip PPEPP.

Ketua Yayasan STKIP Soe, Arit Billik, ST, M.Si yang ditemui disela-sela kegiatan lokakarya, Selasa (18/6/2019), menjelaskan bahwa tujuan lokakarya yang digelar UKP Surabaya sebagai PT pengasuh STKIP Soe, yakni memberikan pendalaman mengenai kebijakan SPM, Kebijakan SMPI dan SNPT yang komprehensif,  memperdalam pemahaman tentang dokumen SPMI yang sesuai dengan konsep PPEPP dan kriteria agar standar dapat diaudit dengan baik serta memiliki dokumen SMPI yang lengkap seperti yang diatur dalam Permenrisekdikti Nomor 44 tahun 2015 tentang SNPT.

Lokakarya tersebut lanjut Arit Bilik. menghadirkan dua narasumber yakni Dr. Gan Shu San dan Ir. Emmy Hosea, M.Eng.Sc. Dr. Gan Shu San membawakan materi yakni Kebijakan Nasional SPM-Dikti dan SPM, Pedoman Menyusun Dokumen SPMI : Kebijakan, Manual, Standar dan Formulir.  Sementara Ir. Emmy Hosea, M.Eng.Sc membawakan materi yakni Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) dan Materi tentang Studi Kasus: Standar Bidang Pendidikan Tinggi dan Penataan standar turunan.

Arit berharap, setiap peserta yang terdiri dari pengelola STKIP Soe dan para dosen dapat mengkuti kegiatan dimaksud sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna demi keberlanjutan STKIP Soe kedepannya.

Hasil yang ingin dicapai dalam kegiatan terutama pada akhir program asuhan, tambah Arit Bilik, PT Asuhan memiliki sebagian dokumen SPMI yang sesuai dengan konsep PPEPP, PT Asuhan memiliki tim-tim penyusun standar SPMI yang telah memahami langka-langka penyusunan dokumen SPMI untuk menyelesaikan perbaikan dokumen standar SMPI lainnya.

“Setelah program berakhir, PT Asuhan berkomitmen untuk: menyelesaikan revisi dokumen SPMI yang siap diterapkan sesuai siklus PPEPP, mengisi data implementasi SPMI melalui laman Pemetaan Implementasi SPMI,” kata Arit Bilik.

(PR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top