Daerah

Universitas Citra Bangsa (UCB) Budayakan Anti Sampah Plastik, Begini Penjelasan Dr. Jeffrey Jap

TEROPONGNTT, KUPANG — Satu hal yang menjadi perhatian serius Universitas Citra Bangsa (UCB) adalah soal sampah plastik. Hal ini kembali ditegaskan oleh Rektor UCB, Dr. Jeffrey Jap, drg.,M.Kes dalam materinya pada acara penerimaan mahasiswa baru di UCB yang dikenal dengan nama Neo-Pro, Jumat (30/8/2019).

“Sejak kampus ini berdiri belasan tahun yang lalu, kami telah menanmkan nilai anti plastik dan Stop sampah. Sejauh mata memandang di kampus ini tidak boleh ada satu pun sampah yang berserakan,” kata Jeffrey Jap.

Salah satu budaya yang masih hidup sampai dengan hari ini, kata Jeffrey Jap, adalah seluruh civitas akademika membawa botol air sendiri-sendiri. Hal ini untuk mengurangi sampah plastik yang akhir-akhir ini telah menjadi sumber utama polusi.

“Untuk mendukung ini maka kita menyiapkan dua sumber air langsung minum dalam lingkungan kampus. Semua bahan plastik terus kita kampanyekan untuk tidak dibawa masuk ke dalam area kampus. Harapannya para mahasiswa baru dapat mengikuti semua budaya baik yang telah ada di kampus ini,” kata Jeffrey Jap.

Kampus UCB, menurut Jeffrey Jap, merupakan salah satu kampus dengan komitmen anti sampah dan kampus bebas asap rokok. Semua aktivitas mahasiswa terus dipantau secara ketat oleh pihak kampus. Hampir semua penjuru ada CCTV sehingga memudahkan pengawasan aktivitas mahasiswa dan seluruh civitas akademika lainnya. Ini memang bukan pekerjaan yang mudah.

“Membuat suatu budaya yang baik itu butuh proses dan waktu yang cukup lama. Konsistensi dan ketegasan menjadi kuncinya. Generasi saat ini sedikit susah dibentuk karena kebanyakan dengan mental intsan ala milenial. Ini memberatkan kita dalam membentuk karakter yang baik,” kata Jeffrey Jap

Namun di UCB, demikian Jeffrey Jap, pihaknya terus memaksakan nilai-nilai baik ini. Setiap orang yang tidak patuh akan mendapat sanksi. Seruan ini juga selalu dibicarakan dalam setiap tatap muka oleh para dosen.

“Sekali lagi ini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi kampus sebagai tempat mendidik para intelek harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nilai-nilai ini. Kita membentuk agen pengubah masa depan menjadi lebih baik,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut khusus UCB, apapun tatantangannya kampus UCB terus memberikan yang terbaik untuk membentuk karakter anak bangsa menjadi lebih baik. Tidak hanya pintar dan hebat dalam segi akademik tetapi lebih dari pada itu, juga harus lebih hebat dalam attitude dan kepribadian. Salah satu nilai luhurnya adalah dengan membawa botol air ini.

Salah satu mahasiswa UCB, Ursula Edang Maing mengatakan, ia mendapat manfaat yang sangat luar biasa dari program ini. Selain membuat hidupnya menjadi lebih bersih dan sehat, juga menjadi lebih teratur dalam menjalani hidup.

“Saat ini saya sudah semester IV dan banyak hal yang saya dapat dari berbagai aturan di kampus UCB. Salah satunya adalah dengan membawa botol air. Selain hemat biaya saya juga lebih sehat karena banyak minum air. Aturan yang lainnya juga membuat saya bisa lebih teratur dalam hidup. Saat di kos, saya tidak buang sampah sembarangan, lebih disiplin dan kamar lebih rapi dari teman-teman yang lain,” kata Maing.

(VM)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top