Daerah

Tunggak Rp877 Juta, Marthen Ancam Perdatakan Nani Sjarifudin

TEROPONGNTT, SOE — Marthen Nokas bersama 100 karyawan PT. Marobeni Heloim yang melakukan pemasangan  jaringan baru proyek milik PLN Area Kupang NTT dengan titik pemasangan tujuh desa di Kabupaten TTS, mengancam akan membawa kasus dugaan ingkar janji atau wanprestasi yang dilakukan oleh Nina Sjarifudin selaku Direktur PT. Marobeni Heloim ke pengadilan.

Marthen Nokas sebagai penerima sub kontrak bersama 100 karyawannya merasa dirugikan oleh Nani karena sejak dimulainya pekerjaan pemasangan jaringan baru di tujuh desa di Kabupaten TTS pada Agustus 2017, yakni di Desa Bisene, Oeue, Desa Bikekneno, Bisene, Oebaki, Nifukani, Noemuke, Oekiu, pihaknya baru menerima pembayaran 20 persen dari Rp. 1.164.466.500 nilai yang tertera dalam kontrak.

“Kami baru menerima pembayaran 20% dari nilai kontrak 1.164.466.500. Sisanya belum kita terima. Sementara fisik pekerjaan dari tujuh desa itu, dua desa Bisene dan Bikekneno sudah menyala sedang lima desa lainnya semuanya sudah mencapai 80 atau 90 persen,” kata Marthen Nokas yang dihubungi via telepon selularnya, Jumat (15/11/2019).

Sementara perwakilan karyawan Samri Tana,Yarid Bani, Timo Sapay, Adis Aoetpah, Yustus Sanam, Paul Biaf kepada media ini, Jumat (15/11/2019), mengatakan, pihak baru menerima uang dari Marthen Nokas sebesar Rp 15 juta untuk pembayaran pekerjaan di Oebaki untuk dibagikan kepada 30 orang karyawan.

“Saya pada bulan Desember 2017 saya terima dari Marthen Nokas dan uang itu saya bagikan kepada 30 orang karyawan. Setelah itu hingga sekarang kami tidak terima lagi,” aku Samri Tana.

Sedangkan Adis Aoetpah mengaku sejak dirinya mulai bekerja pada bulan Agustus 2017 hingga saat ini belum satu sen pun yang dia terima. “Beta mulai kerja bulan Agustus 2017 sampai sekarang belum satu sen pun yang beta terima,” tutur Adis.

Perwakilan karyawan tersebut meminta agar pihak perusahaan segera membayar hak-hak mereka berdasarkan perhitungan dengan nilainya mencapai 877 juta rupiah.

“Kami tuntut baik Marthen Nokas maupun ibu Nina Sjarifudin untuk segera membayak hak kami,” tegas Timo Sapay dan diamini oleh rekanya Adis dan Samri.

Lebih lanjut terang Timo Sapay, pada Oktober 2018 Marthen Nokas pernah mengadu ke Nakertrans Provinsi NTT perihak hak-hak karyawan yang belum terbayarkan oleh Nina Sjarifudin dan kasusnya tidak ditindaklanjuti oleh Nakertrans Provinsi NTT.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, Nina Sjarifudin sebagai pemilik perusahaan PT. Marobeni Heloim sudah menerima dana dari PLN Area Kupang sebagai pemilik pekerjaan sebesar 60%. Sementara progress fisik pekerjaan sampai dengan saat ini baru mencapai 74,67%. Hingga berita ini diturunkan,Nina Sjarifudin belum berhasil dihubungi.

(PR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top