Daerah

Tingkatkan Kapasitas Iman Pemuda Kristen, Pemkot Gelar Kemah Kerja Pemuda Secara Virtual

TEROPONGNTT, KUPANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Kesra Setda) Kota Kupang menggelar Kemah Kerja Pemuda (KKP) dalam rangka peningkatan kapasitas iman bagi pemuda-pemudi Kristen di Kota Kupang. Kegiatan yang rencananya berlangsung sejak Senin sampai Rabu, 12 – 14 Oktober 2020 ini, dilaksanakan secara daring untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi covid-19 yang masih terus mengancam.

Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Yandi Manobe, S.Th., dari Gereja GMIT Agape Kupang. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., berkesempatan hadir untuk membuka kegiatan yang dilaksanakan di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Senin (12/10/2020), dan dilanjutkan dengan materi tentang kebijakan Pemkot Kupang di bidang kepemudaan yang dibawakan oleh Plt. Asisten 1 Sekda, Yanuar Dally, S.H., M.Si. Turut hadir Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., Plt. Asisten Pemerintahan (Asisten 1), Yanuar Dally, S.H., M.Si., Plt. Asisten Adminstrasi Umum (Asisten 3), Thomas D. Dagang, S.Sos., M.Si., Kasubbag Bina Mental Spiritual Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Ivan L. Mila Meha, S.STP., M.M.

Kegiatan KKP melibatkan sebanyak 100 orang pemuda-pemudi lintas 3 Klasis antara lain Klasis Kota Kupang, Klasis Kota Kupang Timur dan Klasis Kota Kupang Barat yang mengikuti secara daring via aplikasi zoom dari tempatnya masing-masing.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. saat membuka kegiatan tersebut menyambut baik kegiatan ini, yang menurutnya sangat membantu para pemuda Kristen di Kota Kupang mengembangkan diri mereka dalam memajukan bangsa khususnya Kota Kupang. Menurutnya hal ini merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang dan Gereja untuk secara bersama-sama membina para pemuda menjadi orang-orang yang kuat, berkreatifitas di kemudian hari.

“Kita tidak akan maju kalau kita tidak mempersiapkan adik-adik pemuda kita untuk menjadi pemuda yang tangguh dan memiliki kreatifitas yang berguna bagi bangsa ini,” ungkapnya.

Diakui Wali Kota Kupang, Pemkot menyadari peran penting kaum muda dalam seluruh proses pembangunan di kota ini. Peningkatan kualitas sumber daya manusia kaum muda menjadi perhatian serius, bahkan merupakan salah satu prioritas utama Pemkot Kupang. Besar harapan kegiatan ini bagi pemuda Kristen untuk bisa meningkatkan rasa solidaritas di antara sesama pemuda Kristen sekaligus menguatkan kualitas iman pemuda Kristen.

Lebih lanjut, Dr. Jefri Riwu Kore berharap agar pemuda Kristen memiliki kepekaan terhadap isu-isu aktual dan global, termasuk pandemi Covid-19. Mengingat anak muda merupakan kelompok yang dinamis, sehingga kepedulian pemuda terhadap ancaman nyata Covid diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam memutus mata rantai virus corona.

Dalam khotbah pembuka, Pendeta Yandi Manobe, S.Th menyoroti pemuda dan pemudi kristen tidak hanya merupakan masa depan gereja namun juga berperan bagi masa kini gereja dan bangsa, untuk itu para muda mudi kristen harus sadar diri dengan meningkatkan ibadah sebagai hal penting dalam hidup agar langkah dalam meraih masa depan terus terarah sesuai tuntunan Firman TUHAN. Kepada para peserta yang menyimak khotbah dari perangkat masing-masing melalui aplikasi zoom meeting, Pendeta Yandi Manobe juga berpesan agar pemuda-pemudi memprioritaskan hal-hal yang lebih penting agar tidak terjerumus dalam tindakan negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menghargai perbedaan dalam kehidupan sebagai salah satu sifat Kristus yaitu kasih.

Ivan L. Mila Meha, S.STP., M.M., yang juga Pelaksana Tugas Kabag Kesra pada kesempatan yang berbeda menjelaskan masyarakat saat ini diperhadapkan dengan berbagai jenis permasalahan hidup sebagai akibat pengaruh IPTEK dalam era globalisasi ke seluruh lapisan masyarakat termasuk kaum muda. Seringkali pengaruh tersebut dapat membawa pemuda/pemudi Kristen kehilangan nilai-nilai moral dan kreativitas, bahkan dapat menghancurkan nilai-nilai dan iman Kekristenan di tengah kehidupan bermasyarakat.

(*/PKP_chr/ans/nt).

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top