Daerah

Tim Restart Proyek AGS Gelar Kompetisi Varian Abon Ikan Bagi Para Ibu Muda di Rote

TEROPONGNTT, BA’A — Tim Proyek Alumni Grant Scheme (AGS); Empowering Adolescent Mothers in NTT: ‘Restart Your Dream’ Project menggelar kompetisi varian abon ikan bagi para ibu di Gedung Gereja Marthen Luther Fauk, Desa Oelasin, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Jumat, (20/12/2019).

Perwakilan tim, Helga J. N. Ndun dalam sambutanya menyampaikan, kompetisi ini merupakan tindak lanjut dari penguatan keterampilan pembuatan abon ikan yang telah diberikan pada pelatihan dan periode mentoring sebelumnya. Kompetisi ini diikuti oleh 8 orang ibu muda. Hasilnya ada dua varian yang tercipta yaitu abon ikan rasa pedas dan abon ikan rasa santan kelapa.

“Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mempromosikan usaha abon ikan yang sedang dijalankan oleh para peserta pelatihan. Kita telah melakukan pendampingan selama ini dan sekarang kita coba dorong mereka untuk berinovasi lebih”. Jelas Helga.

Penilaian dilakukan oleh tiga orang juri yang juga dikuatkan dengan suara terbanyak dari para hadirin yang turut mencicipi hasil produk abon ikan yang telah dibuat. Menurut salah satu juri dari Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, M. D. Bria, MEnv.Sc, varian rasa santan lebih memberikan rasa gurih dan lezat pada abon ikan.

Kompetisi ini merupakan kegiatan tahap akhir dari project pemberdayaan ibu muda di Desa Oelasin, Kabupaten Rote Barat Daya yang didanai oleh pemerintah Australia melalui skema dana hibah Alumni Australia (Australian Alumni Grant Scheme) yang dikelola oleh Australia Awards di Indonesia.

Ketua Tim Proyek Alumni Grant Scheme (AGS), Enjelita Ndoen, menyampaikan harapannya agar melalui kompetisi ini, produk abon ikan ini bisa lebih dikenal luas. “Kita sangat mengharapkan produk yang telah mulai dijual ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat secara luas. Selain itu produksi dan penjualan abon ikan juga diharapkan dapat terus berlangsung secara konsisten sehingga dapat membantu perekonomian keluarga peserta,” jelas Ndoen.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa usaha Abon Ikan Oelasin, saat ini baru hanya dipasarkan melalui jaringan pertemanan tim proyek dan para peserta kompetisi dengan menggunakan teknik penjualan dari mulut ke mulut (word of mouth).

“Tantangan terbesar kedepannya adalah memperluas jangkauan pemasaran produk abon dan mengurus perijinan produksi sehingga keuntungan penjualan abon ikan yang didapatkan akan jauh lebih besar. Usaha ini juga dapat menjadi salah satu pilihan usaha yang menjanjikan karena belum adanya usaha sejenis yang dapat menjadi kompetitir di Kabupaten Rote Ndao,” tegas Enjelita.

Kepala Desa Oelasin, Junus Fanggi yang hadir dalam penutupan kegiatan juga menyambut baik kegiatan kompetisi varian abon ikan. “Kegiatan produksi abon ikan oleh kelompok ibu muda ini telah kita dimasukkan dalam anggaran RKPDes dan sedang menunggu persetujuan untuk didanai. Diharapkan jika disetujui, dana yang diberikan dapat menambah modal kegiatan produksi abon ikan yang telah berlangsung ini,” jelas Junus.

Welmi Octavianus, salah seorang anggota dari pemenang  kompetisi varian abon ikan  yang juga turut terlibat dalam usaha Abon Ikan Oelasin, mengaku senang  dengan adanya kompetisi ini dan berharap abon ikan yang diproduksi bersama teman-teman kelompok usahanya dapat lebih diketahui dan digemari oleh masyarakat luas. “Saya sangat senang ada kompetisi ini. Lebih banyak orang yang mengetahui abon ikan kami. Harapannya abon ikan kami bisa semakin laku dan disukai oleh mereka,” kata Welmi.

(VM)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top