Daerah

Ternyata, Beginilah Sejarah Terbentuknya Bank NTT

TEROPONGNTT, KUPANG – Bank NTT sebagai bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), kini memasuki usia yang ke-57 pada tahun 2019. Bank NTT didirikan atas ide para sesepuh Provinsi Nusa Tenggara Timur saat itu, antara lain WJ Lalamentik (Gubernur Pertama NTT), Frans Seda,  D Paikun dan J.L Indradewa.

Demikian dijelaskan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Ishak Eduard Rihi bersama jajaran direksi dan komisaris, melalui press release yang dibagikan kepada wartawan dalam konferensi pers HUT Ke-57 Bank NTT di aula kantor pusat bank tersebut, Rabu (17/7/2019) pagi.

Disebutkan dalam press release tersebut, berdasarkan ide sesepuh-sesepuh inilah, maka tanggal 18 Oktober 1961, Stefanus Ndun sebagai wakil dari pemerintah daerah dan Wilhelmus Adrianus Tomodok selaku Staf Keuangan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur menghadap Wakil Notaris Sementara, C.M.K Amalo, untuk secara formal yuridis mengesahkan pendirian Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya, atas dasar hukum akta notaris Nomor 12 Tanggal 18 Oktober 1961 yang dibuat Wakil Notaris Sementara, C.M.K Amalo, maka berdirilah suatu lembaga keuangan di Nusa Tenggara Timur dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur yang menaungi Bank NTT.

Bank NTT kemudian mulai melakukan kegiatan operasionalnya sebagai bank pada tanggal 17 Juli 1962 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan dan Bank Sentral No : BUM 9-1-13/II tanggal 5 Februari 1962 tentang Pemberian Izin Usaha kepada PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur, dengan kedudukan tempat usaha di Kupang, Ibukota Provinsi NTT.

Pada tahun 1962, pemerintah pusat menerbitkan Undang-Undang nomor 13 Tahun 1962 tentang Ketentuan-Ketentuan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Peraturan Pelaksananya, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 1963 tentang Ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Dalam rangka penyesuaian dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) tersebut, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan Perubahan Status Hukum Bank Pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Daerah (PD),  melalui Peraturan Daerah (Perda) Tingkat 1 Nusa Tenggara Timur (NTT) No : 01//DPRD-GR/1963 tertanggal 12 Maret 1963.

Badan hukum Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT terus mengalami perubahan beberapa kali, masing-masing pada tahun 1979 melalui Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 1979, kemudian berubah lagi menjadi melalui Peraturan Daerah Provinsi Dati I NTT No. 18 Tahun 1983 dan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 1993. Yang bentuk hukumnya disesuaikan dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan yakni Perusahaan Daerah (PD).

Pada saat Indonesia menghadapi krisis keuangan tahun 1997, dimana dunia perbankan Indonesia mengalami dampak dari krisis tersebut, sehingga dilakukan likuidasi beberapa bank nasional. Sedangkan terhadap bank-bank yang patut diselamatkan, pemerintah melakukan program rekapitalisasi perbankan, yaitu suatu program restrukturisasi permodalan perbankan berupa bantuan permodalan dari pemerintah pusat.

Dalam rangka mengikuti program rekapitalisasi tersebut, Menteri Dalam Negeri menerbitkan Peraturan Mendagri No. 1 Tahun 1998 tertanggal 4 Februari 1998 tentang bentuk hukum Bank Pembangunan Daerah. Pada momentum inilah, status badan hukum PD Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) mengalami perubahan lagi menjadi Perseroan Terbatas (PT) Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT).

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top