Daerah

Tenaga PKB/PLKB Provinsi NTT Diserahkan ke BKKBN Pusat

TEROPONGNTT, KUPANG —  Sebanyak 576 tenaga PKB/PLKB di wilayah Provinsi NTT diserahkan ke Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat. Dengan beralih status menjadi ASN BKKBN pusat, 576 tenaga PKB/PLKB diharapkan lebih meningkat semangat kerjanya.

Acara serah terima 576 tenaga PKB/PLKB kepada BKKBN Pusat dilaksanakan di aula Fernandez Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jumat (4/8/2017) siang. Serah terima dilakukan para bupati dan pimpinan DPRD kabupaten/kota didampingi kepala kejaksaan negeri (kajari) masing-masing.

Penyerahan 576 tenaga PKB/PLKB diterima Deputi Pengendalian Kependudukan BKKBN Dr. Wendy Hartanto dan disaksikan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Deputi Pengendalian Kependudukan BKKBN, Dr. Wendy Hartanto dalam sambutannya, mengucapkan selamat bergabung kepada 576 tenaga PKB/PLKB dari wilayah NTT.

Menurut Wendy, proses pengalihan petugas/penyuluh keluarga berencana (PKB) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) memang melalui proses yang panjang. Pengalihan PKB dan PLKB tertunda selama satu tahun disebabkan kesiapan pembiayaan.

Meski demikian, Wendy mengatakan, untuk sarana prasarana BKKBN di daerah tidak diserahkan atau dialihkan ke BKKBN pusat. Tetapi tetap menjadi aset pemerintah kabupaten/kota.

Sementara Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutannya, mengatakan, mulai tahun 2009 NTT telah menyelenggarakan program kesehatan ibu dan anak. Program ini untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi. Hasilnya angka kematian ibu dapat ditangani dan menurun. Tetapi angka kematian bayi masih menjadi masalah, karena faktor pasca melahirkan.

Lebu Raya mengharapkan, petugas PKB dan PLKB BKKBN tetap bekerja dan membantu program-program yang ada di NTT. “Bukan karena sudah dialihkan ke pusat lalu tidak peduli dengan masyarakat di sini, semua kita bekerja untuk masyarakat,” kata Lebu Raya.

Lebu Raya menambahkan, serah terima hanya pengalihan status saja dan merupakan urusan administrasi pemerintahan. Arah pelayananan tetap sama yakni untuk masyarakat Indonesia yang ada di NTT. (mar)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top