Daerah

Tekan Laju Inflasi, Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT Sentuh Sektor Riil

TEROPONGNTT, KUPANG –Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT menyentuh sector riil dengan memberi perhatian pada pembinaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk program ini, Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Bank NTT.

Hal ini diungkap Manager Fungsi Koordinasi dan Kebijakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, Handrianus Asa, saat membawakan materi pada acara Ngopi Pagi deng Media, yang digelar di Aula lantai 1 gedung baru Kantor OJK Provinsi NTT yang beralamat di Jalan Tom Pello Kupang, Senin (22/4/2019). Acara Ngopi Pagi deng Media, dihadiri langsung Kepala Kantor OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar dan sejumlah pejabat kedua lembaga, BI dan OJK di Provinsi NTT.

Ngopi Pagi Deng Media merupakan kelanjutan dari kegiatan Pelatihan Wartawan BI-OJK Provinsi NTT Tahun 2019 di Waingapu, Sumba Timur pada, Kamis (29//2/2019) lalu, yang menyepakati untuk menggelar pertemuan rutin antara BI-OJK dengan kalangan media. Ini merupakan pertemuan rutin pertama antara BI-OJK dengan kalangan media di NTT yang digelar setiap triwulan, agar para wartawan lebih memahami berbagai program dan kegiatan BI-OJK, termasuk berbagai istilah terkait kebijakan lembaga keuangan.

Menurut Manager Fungsi Koordinasi dan Kebijakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, Handrianus Asa, banyak sector riil yang berpengaruh terhadap laju inflasi seperti pada harga bahan makanan atau Volatile Food. Itulah alasan sehingga Bank Indonesia (BI) ikut menyentuh sector riil.

Dalam perhatiannya terhadap pembinaan UMKM, kata Handrianus Asa, Bank Indonesia bersama dengan Bank NTT, bahkan bekerja sama dengan Bukalapak untuk membantu UMKM menjangkau marketplace dalam memasarkan hasil produksinya. Sehingga BI bersama Bank NTT memberi perhatian secara penuh dan focus dalam pembinaan UMKM, mulai persiapan produksi sampai pemasaran.

Selain itu, kata Handrianus Asa, Bank Indonesia memiliki sejumlah klaster seperti klaster cabai di Sumba Barat Daya, klaster sapi di Sumba, klaster bawang di Belu, klaster cabai dan bawang di Fatukoa Kota Kupang, bahkan klaster padi di Manggarai dan klaster lainnya. Kehadiran klaster Bank Indonesia juga dalam rangka menekan inflasi.

Handrianus Asa berharap, perhatian Bank Indonesia bekerja sama dengan Bank NTT dalam pembinaan UMKM bisa membuahkan hasil yang baik. Sehingga tujuan utama menekan laju inflasi bisa tercapai serta ikut meningkatkan ekonomi masyarakat usaha kecil menengah.

(*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top