Daerah

Tanggulangi Kemiskinan, Bappeda TTS Galakan Program Taksin Pemandu

TEROPONGNTT, SOE — Sejak awal tahun 2019, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten TTS sudah menggalakan Program Pengentasan Kemiskinan Pemandu (Taksin Pemandu) di 266 desa dan 12 kelurahan di Kabupaten TTS. Program ini  sebagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan dan penurunan angka stunting.

Sekretaris Bappeda TTS, Yohanis Benu, S.Sos, M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/12/2019), mengatakan, program Taksin Pemandu yang diinisasi oleh Bappeda TTS sudah mulai digalakan sejak Januari 2019. Program ini difokuskan pada bidang pertanian dan perkebunan serta perikanan dan peternakan.

Program Taksin Pemandu mencakup empat strata yakni, bidang pertama untuk tanaman tahunan seperti mangga jeruk, pisang kopi dan jenis tanaman lainnya sesuai potensi wilayah, sementara bidang kedua dan tiga yakni tanaman pangan palawija ( jagung, ubi kayu, ubi jalar serta pepaya. Sedangkan bidang keempat terdiri dari kacangan-kacangan dan sayur-sayuran.

Sementara untuk peternakan mencakup ternak unggas dan ternak besar seperti sapi, babi dan kambing. Sedangan bidang perikanan yakni tambak ikan.

“Untuk menjalankan program Taksi Pemandu tersebut kami dari BAPPEDA bekerja sama dan membangung koordinasi dengan penyuluh pertanian dan perkebunan, dinas perikanan dan dinas peternakan. Dan saat ini masyarakat yang ada di desa sudah menyiapkan lahannya untuk kegiatan tersebut,” jelas Anis Benu.

Sebagai contoh, lanjut Anis Benu, Bappeda TTS telah memanfaatkan lahan disekitar kantor Bappeda dengan menanam berbagai jenis tanaman sayur-sayuran seluas setengah hektar yang sudah siap panen dan sebagiannya sudah dipanen untuk dijual. Untuk perikanan pun terdapat kolam mini dengan berbagai jenis ikan didalamnya.

“Kita sudah bekin kebun contoh di area pekerangan kantor dengan berbagai macam tanaman sayur-sayuran dan kolam ikan mini yang sebagiannya sudah kita panen untuk dijual,” ucap Anis.

Ia berharap, masyarakat Kabupaten TTS dapat mengukiti program Taksin Pemandu tersebut baik dilakukan secara perorangan, kelompok maupun pihak gereja atau mesjid sehingga bermanfaat demi peningkatan pendapatan dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten TTS. Semua pihak pun diharapkan untuk terlibat dalam program Taksin pemandu tersebut

“Kita berharap agar semua pihak bisa mengambil bagian dalam program ini,” harap Anis sembari mengajak awak media untuk meninjau lokasi kebun percontohan yang ada di sekeliling pekerangan kantor Bappeda TTS.

Mengenai pembibitan dan pemupukan tambah Anis Benu, pihaknya sudah membangun kerja sama dan koordinasi dengan dinas-dinas terkait.

“Untuk pembibitan dan pemupukan kami sudah bangun koordinasi dengan dinas-dinas terkait. Jadi tidak ada masalah. Masyarakt hanya diminta untuk menjalankannya program tersebut dengan menyiapkan lahan,” pungkas Anis Benu.

Kebun contoh Program Taksin Pemandu Yang terdapat di pekerangan kantor Bappeda TTS.

(PR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top