Daerah

Sri Wahyuningsih : Tenaga Analis di Kota Kupang Masih Sangat Kurang

TEROPONGNTT, KUPANG – Kota Kupang kini memiliki 53 tenaga analis yang tersebar di berbagai puskesmas dan rumah sakit serta laboratorium. Namun, jumlah ini masih sangat kurang dan belum merata, bagi pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, SKM, M.Kes saat membawakan materi pada Seminar Ilmiah yang digelar Patelki Kota Kupang di Hotel Ima Kupang, Sabtu (15/7/2017) siang. Seminar ilmiah mengusung tema, ‘Peran Patelki Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Laboratorium Kesehatan’.

Selain Sri Wahyuningsih, SKM, M.Kes, seminar ilmiah juga menghadirkan pemateri lain yakni yakni dokter Mahrany Graciella B, Sp.PK yang membawakan materi tentang Interpretasi Urinalisa, dan Ketua DPD Patelki NTT, Simeon Panggoam, S.Si, M.Kes yang membawakan materi tentang Standar Pelayanan Laboratorium Klinik.

Menurut Sri Wahyuningsih, idealnya tiap puskesmas memiliki dua tenaga analis mengingat banyaknya pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. Sayangnya, kebutuhan jumlah tenaga analis di puskesmas saat ini masih banyak yang cuma satu orang. Tenaga analis paling banyak bertugas di rumah sakit.

Dikatakan Sri Wahyuningsih, kualitas pelayanan mikroskopik oleh tenaga analis sangat diperlukan dalam menegakan diagnosis. Sehingga penentuan jenis penyakit yang diderita seorang pasien menjadi lebih tepat oleh dokter dengan bantuan pemeriksaan laboratorium atau mikroskopis.

“Peran teman-teman tenaga analis dan pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam penegakan diagnosis. Pemeriksaan yang tepat memberi dampak yang baik bagi pasien,” Sri Wahyuningsih. (nia)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top