Daerah

Sidang Ricuh di PN TTS, Hakim dan Jaksa Dikejar Keluarga Korban

TEROPONGNTT, SOE — Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Arkis, berlangsung ricuh akibat keluarga korban merasa tidak puas dengan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) TTS pada Rabu (23/10/2019). Kericuhan terjadi setelah ketua majelis hakim membacakan vonis dengan  pidana penjara selama 7 tahun.

Meski demikian, kericuhan yang terjadi di Pengadilan negeri (PN) TTS ini bukan peristiwa sebenarnya. Peristiwa ini hanyalah bagian dari simulasi penanganan kerusuhan yang digelar untuk mengantisipasi bila suatu saat terjadi peristiwa kerusuhan yang sama di pengadilan tersebut.

Pada simulasi penanganan kerusuhan ini, sidang dipimpin Jhon Mivhel Leuwol, SH sebagai ketua majelis hakim, didampingi hakim anggota, Putu Dima Indra, SH dan Putu Agung Putra Baharata, SH. Bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), Prima Wibawa, SH, MH, sementata terdakwa Arkis didampingi penasihat hukumnya, Nikolaus Toislaka, SH.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim tersebut berjalan dalam suasana mencekam. Meskin demikian, Majelis Hakim tetap membacakan putusannya dibawa pengawalan ketat aparat Polres TTS dibawa komando Wakapolres TTS, Kompol Heman Bessie.

Tidak saja mengejar hakim dan jaksa, pada simulasi tersebut, keluarga korban juga berusaha untuk membakar kantor Pengadilan Negeri (PN) TTS. Namun upaya tersebut tidak sempat terlaksana berkat kecekatan aparat keamanan yang mengamankan jalannya persidangan.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) TTS,  I Wayan Yasa, SH, MH kepada wartawan menjelaskan, kejadian tersebut merupakan simulasi pengamanan kantor Pengadilan Negeri TTS, jika dalam pelaksanaannya nanti terjadi sesuatu baik itu kebakaran, gempa bumi, maupun huru hara pada saat persidangan sedang berlangsung di kantor pengadilan tersebut.

Karena kantor kami ini masih baru sehingga perlu ada simulasi, agar jika ada kejadian baik kebakaran, gempa bumi ataupun huru hara dalam proses persidangan, kita sudah tahu cara untuk menyelamatkan diri,” ucap I Wayan Yasa.

(PR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top