Daerah

Seribu Siswa SD di Kecamatan Detusoko Ende Tulis Surat Untuk Presiden Jokowi

TEROPONGNTT, ENDE – Sebanyak 1.000 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende menulis surat untuk Presiden Jokowi Dodo. Menulis surat untuk Presiden RI merupakan bagian dari gerakan #ayomenulis untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak sejak dini.

Setelah sukses dengan 1.500 anak di Maumere, kini giliran dengan 1.000 anak Detusoko Ende yang mengikuti gerakan #ayomenulis dengan cara belajar menulis surat untuk Presiden RI, Joko Widodo.

“Kami berharap anak-anak Indonesia di Detusoko, Maumere dan Bajawa mulai mengenal kembali baca buku dan menuliskan cerita rakyat atau sesuai tradisi budaya, adat istiadat dan kearifan lokal lainnya. Atau, pengalaman liburan mereka dengan tangan,” kata Shara Christanti, Public Relations PT Standardpen Industries di Ende, Senin (14/8/2017).

Gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca tulis sekaligus melahirkan generasi yang berani bertutur. Khusus di Detusoko Ende, Kepala UPTD Dinas P & K Kec.Detusoko menyambut baik kegiatan #ayomenulis yang digerakan  di pelosok-pelosok Indonesia ini.

“Saya menawarkan program #Seninmenulis untuk seluruh sekolah-sekolah dasar di Flores sebagai bentuk gerakan meningkatkan kualitas pendidikan anak sejak dini,” kata Nury Sybli, pegiat literasi yang menggawangi kegiatan seribu surat untuk Presiden ini.

“Saya senang Detusoko diperhatikan. Mudah-mudahan anak-anak di Detusoko semakin giat dan program #Seninmenulis yang ditawarkan akan kami perjuangkan bersama-sama,” kata Fransiskus Xaverius Leda Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende.

Hasil riset Harvard University, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa ada lima manfaat menulis bagi anak-anak. Mengurangi stres, belajar mengeluarkan pendapat secara bijak, belajar merangkai kata, melatih kesabaran, serta menambah ilmu dan wawasan.

Dalam kesempatan ini sekitar 1000 anak dari 12 SD  di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, mengikuti kegiatan belajar menulis surat untuk Presiden RI, Joko Widodo agar harapan anak-anak tentang kehidupan yang rukun bisa terus terjaga di bumi Nusantara, juga keindahan alam Flores yang layak untuk dikunjungi oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Pesan damai serta berbagai cerita tentang tradisi leluhur dan keindahan alam Flores dari perspektif anak-anak ini dituliskan ke dalam surat untuk melatih mereka bahwa apa yang mereka rasakan, apa yang mereka lihat adalah sesungguhnya pesan yang bisa ditiru juga dirasakan oleh anak-anak Indonesia lainnya,” kata Nury Sybli.
“Ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk memupuk semangat menghargai perbedaan pada anak-anak, seperti melihat banyaknya keragaman bahasa, warna-warni pakaian daerah, bervariasinya makanan sampai cara beribadah,” imbuhnya.

Kegiatan menulis surat untuk Presiden ini diharapkan menjadi pengalaman yang bernilai dan menjadi tradisi bagi anak-anak dalam menulis dengan tangan. “Menulis selain mengasah kinerja otak juga dapat membantu anak-anak menjadi kreatif. Kami mengandalkan guru dan orang tua untuk dapat membantu melestarikan menulis dengan tangan,” kata Shara menimpali. (JR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top