Daerah

Semen Kupang Berencana Bangun Pabrik Baru

TEROPONGNTT, KUPANG — Direktru Utama PT. Semen Kupang (Persero), Matla ILajar, SE,MM,PIA mengaku optimis bisa penuhi kebutuhan pasar NTT akan semen. Bersama Esti Wiseto Baroto selaku Komisaris Utamanya, mereka mengaku mendapatkan dukungan Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat untuk mengambil langkah-langkah taktis, guna pengembangan produksi semen kedepannya.

“Puji syukur, sampai dengan saat ini kami masih bisa eksis berproduksi dan memasarkan produk Semen Kupang di wilayah Nusa Tenggara Timur. Saat ini, kami sudah berproduksi hingga 80 persen dari kapasitas terpasang. Sebenarnya, itu masih kurang dibanding dengan  demand  di NTT,” kata Direktru Utama PT. Semen Kupang (Persero), Matla ILajar, SE,MM,PIA usai bertemu Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Selasa (7/5/2019).

Putra Makassar itu menyebutkan potensi pasar di NTT cukup besar. Disebutnya bahwa permintaan pasar (demand) khusus di NTT sendiri sudah mencapai 1,3 juta ton pertahun. Sementara saat ini, mereka baru mampu melakukan produksi sampai dengan 250 ribu ton pertahun. Biasanya disalurkan di wilayah pasar Kupang dan sekitarnya, sebagian lagi ke pulau-pulau.

“Harapannya, dengan _demand_ yang cukup besar ini, kita bisa menambah kapasitas lagi. Sehingga kita bisa layani semua, memenuhi kebutuhan pasar di Nusa Tenggara Timur. Bahkan, hingga ke Timor Leste dan Australia,” sambungnya seraya menyebutkan kemungkinan membangun pabrik semen baru.

Dalam pertemuan yang sifatnya silahturahmi itu, mereka juga melaporkan perkembangan PT.Semen Kupang sampai dengan kondisi terkini. Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi NTT adalah salah-satu pemegang saham dari Perusahaan semen itu.

“Kita memiliki dukungan sumberdaya alam yang cukup, batu kapur yang melimpah. Sumberdaya listrik kita juga sudah _over supplay_. Semua infrastruktur mendukung. Jadi, harapan membangun pabrik semen baru itu memungkinkan untuk dilakukan,” tambahnya menyebut Gubernur VBL sangat responsif mendukung langkah ini.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Gubernur NTT, Prof.Daniel Kameo, menyebutkan pentingnya menjaga kesinambungan produksi PT.Semen Kupang. Baginya kehadiran perusahaan tersebut telah menjadi simbol pembangunan industri di NTT. Karenanya, harus diupayakan agar bisa menjadi salah-satu industri yang kuat secara bisnis.

“Semen Kupang ini salah-satu industri besar di Nusa Tenggara Timur. Selain sebagai salah-satu kegiatan ekonomi yang besar, juga merupakan ikon NTT. Secara bisnis, ini adalah industri yang sangat prospektif” kata Staf Khusus Gubernur NTT itu.

“Dari sisi pasar, untuk NTT kita masih memiliki selisih kebutuhan sebesar 1,1 juta ton per tahunnya. Potensi pasar kita selain di NTT, juga untuk Timor Leste dan Australia. Sehingga dari sisi bisnis, ini _sustainable_. Karena bahan bakunya tersedia secara melimpah dan pasarnya cukup luas,” tambahnya.

Menurut Kameo, dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT, terutama dari Gubernur NTT sangat dibutuhkan. Beliau menyebutkan perlunya dukungan kebijakan dan dukungan politik. Gubernur NTT diharapkan dapat membantu untuk merealisasikan rencana-rencana pengembangan unit perseroan ini dalam pembicaraan pada level nasional.

Senada dengan itu, Komisaris Utama PT.Semen Kupang, Esti Wiseto Baroto memberikan gambaran kebutuhan semen secara nasional.

“Secara nasional, _supplay_ semen kita itu sebenarnya berlebih, sekitar 60 hingga 70 persen. Tetapi, semen itu biaya produksinya cukup besar. Antara 15 sampai 30 persen itu untuk ongkos transportasi. Jadi kalau kita bangun pabrik sendiri, secara nasional bisa dihemat ongkos produksinya” pungkasnya.

(*/Siaran Pers Biro Humas dan Protokol NTT)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top