Daerah

Sehari, Vinsensius Cabuli Empat Siswi SMP dan SMA

TEROPONGNTT, SEKADAU – Seorang pria bernama, Vinsensius Kresensius Yohanes Duan (33), warga Desa Sandai, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, mungkin boleh disebut sebagai pria yang biadab. Dalam sehari, pria ini mencabuli empat orang siswi SMP dan SMA secara berturut-turut.

Persitiwa percabulan dilakukan Vinsensius ketika melakukan pengobatan dengan doa dan terapis. Pria yang tinggal sementara di Dusun Sunkap, Desa Semadu, Kecamatan Belitang Hilir, Sekadau ini, mencabuli tiga siswi kelas 2 SMP dan seorang siswi SMA.

Celakanya, kasus pencabulan terhadap keempat korban itu dilakukan pelaku di rumah R, orang tua salah seorang korban. Korbannya berinisial ER (14), EE (14), dan ML (13). Sedangkan seorang korban lagi belum diketahui identitasnya, karena belum diperiksa polisi.

“Korban yang terakhir ini, pelajar SLTA. Ia masih berada di kampung. Jadi belum kita panggil,” kata Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Muhammad Ginting SH kepada wartawan di markasnya.

Menurut Ginting, kasus pencabulan ini terjadi pada 2 Mei 2017 sekitar pukul 16.00. Waktu itu, ibu salah seorang korban berinisial R memanggil pelaku ke rumah untuk mengobati ketiga korban. Vinsesnsius memang dikenal sering mengobati warga yang sakit.

Sesampai di rumah, pelaku kemudian meminta salah seorang korbannya, MY masuk ke kamar. Pelaku kemudian mengunci pintu kamar. “Di situlah pelaku melancarkan aksinya,” ujar Ginting.

Setelah korban pertama keluar, selanjutnya korban kedua EE. Perbuatan yang sama juga dialami korban ketiga, ER. Begitu juga korban berikutnya. Mereka berempat dicabuli secara bergiliran dalam satu hari.

“Di kamar, pelaku meremas (meraba) payudara korban. Kemudian jari pelaku dimasukan ke vagina masing-masing korban,” papar Ginting.

Sementara terhadap korban lainnya, pelaku sempat melakukan persetubuhan. “Tapi ini baru sebatas pengakuan pelaku,” tambah Ginting.

Anehnya lagi, saat perbuatan itu dilakukan, R orangtua salah satu korban hanya terpaku menunggu di luar kamar. Setelah melakukan aksinya, pelaku pun pulang.

Beberapa hari kemudian, pada 16 Mei 2017, R melaporkan kejadian itu ke Mapolres Sekadau. “Sore itu juga, kita langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku,” imbuh Ginting.

Kepada polisi, pelaku mengakui semua perbuatanya. Pelaku mengatakan dia memang memiliki kemampuan untuk mengobati orang. “Entah mungkin waktu pengobatan itu, pelaku tergoda,” yakin Ginting.

Saat ini pelaku sudah mendekam di tahanan Mapolres Sekadau. Polisi sudah meminta keterangan saksi dan menyita barang bukti berupa tiga helai baju dan tiga helai celana milik korban. Polisi juga sudah melakukan visum terhadap korban.

“Pelaku kita ancam dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegas Ginting. (*/http://radartegal.com)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top