Daerah

Sarman Ingatkan Pejabat Bimas Kristen NTT Jaga WTP

TEROPONGNTT, KUPANG — Kakanwil Kemenag NTT, Sarman Marselinus mengingatkan para pejabat Bimas Kristen se-NTT untuk menjaga dan mempertahankan marwah laporan keuangan yakni Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diterima  Kementerian Agama dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI  selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2016 sampai tahun anggaran 2018.

Hal itu disampaikan Kakanwil Kemenag NTT, Sarman Marselinus dalam kegiatan Penguatan Program dan Anggaran  Bimas Kristen NTT tahun anggaran 2019 di Sahid Timor Hotel Kupang, Jumat (25/10/2019). Demikian rilis berita yang dikirim Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag NTT, Bobby Babaputra.

“Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) itu sebuah prestasi yang membuat kita bangga. Karena itu harus selalu dijaga dan dipertahankan oleh seluruh jajaran kementerian Agama termasuk Bimas Kristen NTT,” kata Sarman Marselinus.

Sarman mengatakan pelaksanaan dan pengelolaan anggaran sangat ditentukan oleh kemampuan untuk selalu patuh pada Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA). IKPA itu,jelas Kakanwil memiliki 12 indikator yang jika dipahami dan diikuti dengan baik akan menghasilkan nilai laporan keuangan yang akan bernilai tinggi.

Menurut Kakanwil, diantara 12 indikator tersebut, ada tiga hal yang sangat menentukan nilai dari pelaksanaan anggaran. Ketiga hal  itu, kata Sarman antara lain Rencana Penarikan Dana (RPD), Pagu Minus dan Serapan Anggaran.

“Rencana Penarikan Dana ini rawan dan sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh pada penilaian.  Karena itu sejak awal saya dorong  untuk melakukan musyawarah perencanaan,” kata Sarman.

“DIPA yang datang di awal tahun harus direview, disesuaikan. Kegiatan yang tidak dapat dilakukan pada semester pertama karena masih menunggu petunjuk teknis semestinya dipindahkan ke semester kedua. Dan hal yang penting adalah bangun system kerja agar kegiatan pelaksanaan anggaran tidak sering mengalami penundaan,” lanjutnya

Sarman mengingatkan agar dalam penyusunan program anggaran harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang riil dan mendesak. Karenanya kegiatan penguatan program dan anggaran tersebut menjadi solusi dalam menyusun program anggaran yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya, Kabid Bimas Kristen Kemenag NTT, Yorhans Lopis melalui Panitia Kegiatan Yohanis Lani berharap melalui kegiatan tersebut ada upaya nyata dalam menyatukan menyelaraskan pelaksanaan seluruh program Bimas Kristen NTT.

(*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top