Daerah

Ruba Banunaek : Pemerintah Harus Lakukan Pemeriksaan Terhadap Bahan Makanan dan Bumbu Masak Yang Beredar di TTS

TEROPONGNTT, SOE — Keracunan massal yang terjadi di Kabupaten TTS utamanya di Se’i dan di Kota Soe sebagai akibat dari kurang perhatiannya pemerintah terhadap beredarnya bahan makanan, baik itu bumbu masakan maupun jajan keliling yang menyebabkan keracunan.

“Pemerintah harus memperhatikan jenis bahan makanan dan bumbu masakan yang beredar dipasaran,” ujar Anggota DPRD TTS, Ruba Banunaek menanggapi keracunan makan yang terjadi baik di Se’i maupun di Kota Soe.

Ruba yang diwawancarai di kediamannnya di Soe, Selasa (15/10/2019), mengatakan, puluhan warga yang keracunan makanan berdasarkan informasi yang diterimanya karena kurang perhatian pemerintah terhadap beredarnya bahan makanan baik itu bumbu masakan maupun makanan jajan keliling yang mungkin saja sudah kedaluarsa sehingga ketika dikonsumsi warga dapat menciptakan keracunan.

“Pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan dan BPOM yang tidak melakukan pemeriksaan terhadap jenis makanan ataupun bumbu masakan yang beredar dipasaran ataupun makanan jajan keliling yang menyebabkan keracunan,” kata anggota Fraksi Golkar DPRD TTS ini.

Dia meminta agar pemerintah segera memeriksa jenis bahan makanan ataupun bumbu masakan serta penjual makanan keliling,  di pasar-pasar, kios-kios, toko serta warung makanan dan jika ditemukan adanya makanan atau bumbu masakan yang sudah kedaluarsa untuk segera dimusnakan.

“Pemerintah segera lakukan pemeriksaan rutin terhadap jenis makanan dan bumbu masakan yang beredar di pasar-pasar, kios-kios, warung makan dan penjual makanan keliling dan jika ditemukan harap segera dimusnakan,”pinta Ruba.

Untuk diketahui, pada Minggu (13/10/2019), sebanyak 12 orang warga Kota Soe menjadi korban keracunan yang diduga bersumber dari bubur ayam yang dijual keliling. Dan para korban tersebut semuanya sudah membaik.

Kejadian keracunan makanan juga terjadi di pada sebuab pesta pernikahan di Se’i dimana 30 warga mengalami keracunan pada Selasa (15/10/2019) dan kini sedang dirawat di Puskesmas Panite.

(PR)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top