Daerah

Remaja Yang Satu Ini Setia Geluti Usaha Sasando Etnik

TEROPONGNTT, KUPANG – Namanya Yesaya Pah. Sosok pribadi sederhana yang berprofesi sebagai pengrajin sasando dan tetap konsisten bergelut dengan usaha sasando. Meskipun hingga saat ini Yesaya belum mendapat perhatian serius dari pemerintah terkait pengembangan UKM Sasando miliknya.

Berbekal ilmu yang pernah  ia dapat ketika masih bekerja dengan Sang Maestro Sasando, Jeremias A Pah sebagai tenaga tukang di Sanggar Sasando Oebelo, remaja bernama Yesaya ini terus mengasah diri dan berkembang menjadi pengrajin sasando etnik.

Sejak memutuskan berhenti kerja dari Maestro Sasando, Yermias Pah tahun 1999, Yesaya Pah kemudian merintis usaha sasandoya mulai tahun 2001. Sempat menempati salah satu lokasi di Pusat Kerajinan Loka Binkra Oesapa, namun harus terhenti karena adanya renovasi pusat kerajinan tersebut.

Kini, berlokasi di Jl Jatirosa Gang 3 Km 10 Oesapa, Yesaya menekuni usahanya sebagai pengrajin sasando. Dengan dukungan istri dan anak-anak, Yesaya terus memproduksi alat music sasando di rumah sederhana di wilayah Kelurahan Oesapa tersebut.

Sang istri, Agustina Klau Pah bertekun dan berkomitmen untuk mendukung penuh sang suami mengembangkan usaha produksi sasando. Hasil produksi sasando disalurkan sendiri ke toko-toko souvenir  yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya.

Jenis-jenis sasando yang bisa diproduksi Yesaya Pah, terdiri dari sasando hiasan/aksesoris, sasando elektrik 24 senar, 32 senar, 42 senar dan 62 senar. Yesaya memberikan garansi atas sasando yang dibeli darinya yakni berupa senar dan haik(rumah/penutup sasando).

Saat Menteri Sosial RI, Kofifah Indar Parawansa berkunjung ke Kupang beberapa waktu lalu, Yesaya Pah dipercaya berbagi ilmu dengan memberi pelatihan kepada warga binaan(WP) di Lapas Klas II Kupang. Selain itu juga memberi pelatihan di Loka Bimkra dan PSR Kabupaten Kupang.

Yesaya Pah sangat bahagia bisa berbagi ilmu dengan orang lain tentang bagaimana berusaha sasando. Yesaya berharap, bisa mendapatkan tempat usaha di lokasi strategis agar lebih maksimal memasarkan hasil produksi usaha sasando miliknya. (roy)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top