Daerah

Rakorpim Akhir Tahun, Ini Pesan Kakanwil Kemenag NTT

TEROPONGNTT, KUPANG — Kanwil Kemenag NTT menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Akhir Tahun 2019 di Swiss Bellin Kristal  Kupang, selama tanggal 13-15 November 2019. Rakor dihadiri para kepala kantor kementerian  agama kabupaten/kota se-NTT, para Kepala Bidang, para Kepala Subbag Tata Usaha, Kasubbag Kanwil, Kepala Madrasah dan Kepala SMAK Negeri Ende.

Kakanwil Kemenag NTT, Drs. Sarman Marselinus dalam kesempatan tersebut menegaskan, rapat koordinasi pimpinan akhir tahun bertujuan, memperkuat sinergitas di antara seluruh pimpinan satuan kerja dalam melaksanakan pembangunan bidang agama di NTT. Rakor tersebut juga bertujuan untuk melihat pencapaian program yang telah direalisasikan sepanjang tahun anggaran 2019.

“Kesempatan ini membanggakan. Dan kepada kita diharapkan agar dapat melihat secara jujur dan obyektif mengenal kondisi dan masalah riil di lapangan sehingga menjadi pertimbangan dalam menyusun rencana kegiatan  yang akan datang. Ini sikap tanggungjawab kita, untuk mengukur sejauh mana pekerjaan kita berhasil. Tentu masih ada sisa waktu bagi kita untuk menyelesaikannya dan harus segera, ‘kata Sarman Marselinus.

Sarman Marselinus mengatakan, setidaknya ada dua hal mendasar yang menjadi fokus rapat pimpinan, pertama, evaluasi pelaksanaan program anggaran dan kedua, moderasi beragama.

” Kita punya target mempertahankan WTP dan peningkatan index reformasi birokrasi. Kita bersyukur ada 126 satker yang sudah berada level ideal dan tinggal 52 satker yang pasti akan berjuang mendapatkan  level ideal. Saya ajak kita semua, masing masing satker harus berkomitmen agar IKPA kita tidak dibawah nilai 88. Harus ideal”, tegas Sarman.

Berkaitan dengan moderasi beragama, lanjut Sarman, merupakan program direktif Kementerian Agama sepanjang tahun 2019. Moderasi beragama merupakan suatu cara untuk menjaga kebersamaan dan soliditas di antara umat beragama dalam rangka menopang keutuhan bangsa dan kerukunan di antara umat beragama.

Moderasi beragama saat ini bukan  hanya untuk Indonesia tapi juga sudah diterima oleh bangsa lain seperti Malaysia, Brunei dan Singapore.

Kementerian Agama saat ini telah meluncurkan buku Moderasi beragama yang dapat menjadi sumber wawasan pengetahuan dan cara sikap yang moderat bagi masyarakat.

“Ada tiga hal yang harus dilakukan dalam moderasi beragama yakni sosialisasi, implementasi dan mengeksekusinya dalam hidup bermasyarakat, ‘ ungkap Sarman.

Kasubag Inmas Kanwil Kemenag NTT, Bobby Babaputra menambahkan, kakanwil pada saat penutupan rakor menyerahkan Dana Infaq kepada empat madrasah yang ada di NTT . Dana tersebut diharapkan dapat membantu madrasah memenuhi kebutuhan akan sarana prasarana.

“Empat madrasah itu masing masing ada di Sumba Barat Daya,  Manggarai, Sikka dan Sumba Timur,” kata Bobby.

(*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top