Daerah

PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS) Masih Pemilik Sah atas lahan HGU Nomor 6/1992 di Wilayah Kabupaten Kupang

TEROPONGNTT,  KUPANG  —  PT  Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS), sebagai perusahaan yang diakuisisi  assetnya oleh PT  Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD), masih pemilik sah atas lahan hak guna usaha (HGU) nomor 6/1992 seluas 3.720 hektar di wilayah Kabupaten Kupang. Hingga saat ini tidak ada pencabutan hak atas kepemilikan HGU nomor 6/1992 tersebut.

Hal ini ditegaskan Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN)/Agraria dan Tata Ruang (ATR) Provinsi NTT, Azis Barawasi, S.Pi dan Kepala Bidang Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan Kanwil BPN/ATR Provinsi NTT, Drs Yulius Talok, saat menerima kedatangan 20-an warga Babau, Kabupaten Kupang di kantor BPN/ATR tersebut, Selasa (2/4/2019).

Kedatangan 20-an warga Babau, Kabupaten Kupang ini untuk memastikan kejelasan kepemilikan lahan hak guna usaha (HGU) nomor 6/1992 seluas 3.720 hektar di wilayah Kabupaten Kupang. Pasalnya, ada perusahaan atau investor lain yang berusaha masuk ke wilayah lahan HGU tersebut dan berhembus informasi di masyarakat kalau kepemilikan lahan HGU tersebut telah dicabut.

“Yang berhak mencabut kepemilikan lahan HGU adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Yang lain tidak bisa mencabut kepemilikan HGU tersebut,” tegas Kepala Bidang Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan Kanwil BPN/ATR Provinsi NTT, Drs Yulius Talok.

Karena itu, pesan Yulius Talok, perusahan pemilik HGU agar bisa memanfaatkan lahan miliknya. Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa setiap kebijakan atau keputusan pemerintah termasuk terkait pemberian HGU bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

Hal yang sama dikatakan Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN)/Agraria dan Tata Ruang (ATR) Provinsi NTT, Azis Barawasi, S.Pi yang juga pernah menjadi Plt Kepala BPN Kabupaten Kupang tersebut. Menurut Azis Barawasi, jika ada perubahan atau keputusan terkait kepemilikan lahan hak guna usaha (HGU) nomor 6/1992 seluas 3.720 hektar di wilayah Kabupaten Kupang, pihak BPN dan pemerintah daerah pasti memberitahukan kepada masyarakat.

“Sampai dengan saat ini, kepemilikan HGU tersebut (HGU nomor 6/1992 atas nahan seluas 3.720 hektar di wilayah Kabupaten Kupang, red) masih menjadi hak PT  Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS),” tegas Azis Barawasi.

Warga Babau yang mendatangi Kanwil BPN/ATR Provinsi NTT diantaranya  Pengurus LPM Kelurahan Babau, Lois Maakh, Ketua RT 21 Kelurahan Babau, Fredrik Kiuk, dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Warga Babau ini mengatakan, pada dasarnya masyarakat Kelurahan Babau mendukung setiap investor yang ingin berinvestasi membangun di wilayah mereka.

Namun demikian, menurut Lois Maakh dan Fredrik Kiuk, ada pihak tertentu yang kini masuk ke wilayah lahan HGU nomor 6/1992 dan berusaha melakukan upaya penyerobotan dengan mempersoalkan batas wilayah di atas lahan HGU tersebut.

Terhadap persoalan batas wilayah HGU, menurut Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN)/Agraria dan Tata Ruang (ATR) Provinsi NTT, Azis Barawasi, S.Pi dan Kepala Bidang Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan Kanwil BPN/ATR Provinsi NTT, Drs Yulius Talok, yang mengetahui dimana batas wilayah lahannya adalah PT  Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS) sebagai pemilik lahannya, dan bukan BPN/ATR Provinsi NTT atau BPN/ATR Kabupaten Kupang.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top