Ekbis

Program Langit Biru, Saatnya Meninggalkan Premium dan Beralih ke BBM Ramah Lingkungan

TEROPONGNTT, KUPANG – Di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya, penggunaan Pertalite dan Pertamax sebagai jenis BBM ramah lingkungan berangsur meningkat, meski tidak ada data yang pasti. Hal ini bisa terpantau dari jumlah kendaraan bermotor yang melakukan pengisian BBM jenis pertalite di SPBU-SPBU yang ada. Walaupun sesungguhnya, secara umum masyarakat masih menggunakan BBM jenis premium (bensin).

Sesuai pantauan dan informasi yang dihimpun wartawan Teropongntt.com  pada, Selasa (23/3/2021), selain masyarakat mulai sadar akan manfaat mengkonsumsi BBM jenis pertalite dan pertamax yang membuat mesin kendaraan menjadi lebih awet, bunyi kendaraan menjadi lebih halus, dan laju kendaraan menjadi lebih cepat, peningkatan jumlah pengguna pertalite juga disebabkan terbatasnya jumlah BBM jenis premium (bensin) yang tersedia di SPBU-SPBU.

Pemilik atau pengguna kendaraan bermotor terpaksa harus memanfaatkan pertalite karena persediaan bensin di SPBU sering habis, sehingga warga kemudian mengisi pertalite atau pertamax pada kendaraan bermotornya. Cuma sayangnya, saat bensin atau premium kembali tersedia, pemilik kendaraan lalu memanfaatkan bensin lagi sebagai bahan bakar minyak pada kendaraannya.

Selain itu, di Kota Kupang dan sekitarnya masih banyak ditemukan pejualan bensin eceran di pinggir-pinggir jalan, yang membuat tingkat konsumsi premium masih sulit untuk ditinggalkan. Meskipun, ada pertalite yang juga dijual di pingir-pinggir jalan bersamaan dengan bensin.

Sejumlah pengendara yang ditanya wartawan Teropongntt.com, mengaku belum tahu tentang Program Langit Biru yang ditandai dengan penurunan harga pertalite setara dengan harga premium. Namun, beberapa pengendara mengaku pernah mendengar soal rencana pemerintah menurunkan harga pertalite setara harga bensin melalui berita di televisi.

Salah seorang petugas di SPBU Oebobo Kota Kupang, ketika ditanya wartawan yang saat itu sedang melakukan pengisian pertalite, mengatakan kalau harga pertalite belum diturunkan setara bensin. Program itu mungkin hanya berlaku di Pulau Jawa dan belum berlaku di Kota Kupang.

Bisnis.com dalam beritanya berjudul “Dukung Kota Layak Huni, Pertamina Terapkan Program Langit Biru di Balikpapan” menyatakan  bahwa PT Pertamina (Persero) berupaya mengurangi polusi udara dengan melanjutkan Program Langit Biru (PLB) di Kota Balikpapan, Kalimantan Selatan.  Program Langit Biru adalah program edukasi kepada masyarakat yang masih menggunakan bahan bakar premium dengan research octane number (RON) 88. terutama untuk pengendara roda dua, roda tiga, dan taksi plat kuning, untuk beralih menggunakan bahan bakar berkualitas yang beroktan lebih tinggi yaitu minimal pertalite (RON 90).

Executive General Manager Regional Kalimantan, Freddy Anwar menyatakan, bahwa pihaknya melaksanakan program tersebut sebagai komitmen untuk menurunkan polusi udara yang sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan udara lebih bersih dan nyaman. “Program Langit Biru di Kalimantan sendiri baru dilaksanakan di Pontianak dan Mempawah pada 14 Maret lalu dan hari ini serempak di tiga kota sekaligus yaitu di Balikpapan, Samarinda, dan Sampit dimulai program pertalite harga khusus hingga enam bulan kedepan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (22/3/2021).

Selain itu, PT. Pertamina (Persero) dalam siaran persnya yang dimuat di website https://www.pertamina.com dinyatakan bahwa, kini program Langit Biru Pertamina diperluas ke beberapa wilayah, salah satu di antaranya yakni Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, setelah Denpasar dan Tangerang Selatan. Program yang dimulai sejak 8 November 2020 itu  memberikan harga khusus pembelian Pertalite seharga Premium (Rp 6.450,- per liter).

Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR IV, Marthia Mulia Asri mengatakan, program edukasi dan promosi itu merupakan dukungan kepada Pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak.

“Upaya mengurangi pencemaran udara, dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor dengan menggunakan BBM yang berkualitas dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Jika banyak kota di Indonesia, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa menerapkan Program Langit Biru Pertamina, lalu apakah Program Langit Biru ini juga diterapkan Pertamina di Kota Kupang dan kota-kota lain di wilayah Provinsi NTT?. Apakah pembatasan suplai premium oleh Pertamina ke SPBU-SPBU juga merupakan bagian dari Program Langit Biru Pertamina?. Mengapa harga pertalite di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya masih lebih tinggi dari harga premium?.

Marketing Branch Manager Pertamina NTT yang hendak dikonfirmasi guna mendapat penjelasan tentang pelaksanaan Program Langit Biru Pertamina di Kota Kupang dan di NTT pada umumnya, Rabu (24/3/2021) siang, belum berhasil ditemui karena menurut stafnya, pimpinan sedang tidak berada di kantor. Sementara Sales Branch Manager Pertamina MOR V Cabang Kupang-NTT, Muhamad Angga, yang dihubungi melalui pesan whatsaap (WA), membenarkan bahwa Program Langit Biru Pertamina dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah bagi penggunaan BBM ramah lingkungan.

“Betul pak, itu secara garis besar adalah program untuk mendukung program pemerintah penggunaan BBM ramah lingkungan. Rencana dalam bulan April 2021 Program Langit Biru akan diselenggarakan di Kota Kupang, dimana premium mulai dihapus di SPBU dan Pertalite diberi diskon harga selama 6 bulan. Lalu, dari 15 SPBU di Kota Kupang, kami menyediakan premium di 2 SPBU dan itu hanya diperuntukan untuk  bemo,” jelas Angga dalam pesan WA-nya.

Sementara Taufik R. Lubis selaku Komrel Mor V Pertamina, yang dihubungi melaui telepon, Kamis (25/3/2021), membenarkan apa yang dijelaskan Sales Branch Manager Pertamina MOR V Cabang Kupang-NTT, Muhamad Angga. Menurut Taufik R. Lubis, Program Langit Biru adalah program edukasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat agar meninggalkan premium (bensin) dan beralih menggunakan BBM ramah lingkungan seperti pertalite atau pertamax.

Pertamina, kata Taufik, terus melakukan sosialisasi baik melalui kegiatan audiens, melalui kegiatan webinar, melalui media social dan bentuk sosialisasi lainnya, untuk memberi pemahaman kepada mayarakat apa manfaat atau keuntungan menggunakan BBM ramah lingkungan. Baik untuk mengurangi polusi uadara dan pemanasan global, juga untuk kendaraan yang digunakan, karena akan menjadikan kendaraan lebih awet dan kecepatannya menjadi lebih laju, karena pertalite menggunakan bahan bakar RON 90 yang lebih sesuai dengan mesin kendaraan.

Pertamina (Persero) dan siaran persnya yang dimuat di website https://www.pertamina.com dengan judul “Program Langit Biru dengan BBM Ramah Lingkungan”, dinyatakan bahwa guna mewujudkan program langit biru di Indonesia, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berkolaborasi dengan KBR mengadakan Talkshow dan Webinar secara virtual dalam rangka program Kampanye Publik untuk Mendorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan pada Kamis (11/2/2021).

Dalam siaran pers ini, Sales Area Manager Retail Wilayah Jakarta Bogor Depok Fande Kusmiyanto memaparkan, saat ini Pertamina telah menyediakan BBM dengan kualitas lebih baik dan ramah lingkungan yang siap dikonsumsi oleh masyarakat seluruh Indonesia.

“Pertamina secara aktif melakukan edukasi bagi konsumen mengenai BBM ramah lingkungan dan memberikan experience  mengkonsumsi BBM dengan kualitas lebih baik melalui program langit biru,” tutur Fande.

Jika demikian, bagaimana dengan edukasi bagi konsumen mengenai BBM ramah lingkungan di Kupang dan di Provinsi NTT pada umumnya?. Bukankah mendapat sosialisasi tentang pentingnya pemanfaatan BBM ramah lingkungan menjadi hak masuarakat sebagai konsumen?.

Menanggapi adanya Program Langir Biru Pertamina, Kabag Humas Pemerintah Kota Kupang, Ernest Ludji yang dihubungi melalui pesan WA, Selasa (23/3/2021), mengatakan, Pemerintah Kota Kupang sangat mendukung adanya Program Langit Biru Pertamina. Program ini sejalan dengan visi Wali Kota Kupang yakni “Terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera dengan Tatakelola Bebas KKN,”.

“Kami sangat menyambut baik program ini. Kami sangat mengharapkan ada sosialisasi yang massif kepada semua lapisan masyarakat, supaya masyarakat juga bisa dengan jelas mengetahui program ini. Kami juga mengharapkan, agar Pertamina tetap menjaga pasokan BBM ke Kota Kupang sehingga ketersediaan BBM baik untuk industry maupun konsumsi masyarakat dapat tetap terjaga,” kata Ernest Ludji.

Guna mendukung upaya sosialisasi program ini bagi masyarakat NTT, Kantor Berita Radio (KBR) bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga menggelar kegiatan media gathering dan webinar bertema “Mendorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru”. Media gathering dan webinar digelar secara virtual selama dua hari, 24-24 maret 2021, dan diikuti ratusan peserta termasuk para wartawan, mahasiswa dan bloger dari empat provinsi yakni NTT, Kalimantan Selatan, Jambi dan Gorontalo. Ini merupakan kegiatan lanjutan yang digelar KBR dan YLKI bersama kalangan media, dan pihak terkait lainnya di Indonesia.

Yang juga menarik dari kegiatan ini, justru banyak peserta kegiatan baru mengetahui tentang adanya program langit biru tersebut. Meskipun sesungguhnya program ini sudah diluncurkan Pertamina sejak beberapa tahun sebelumnya.

Ketua YLKI, Tulus Abadi mengatakan, tema “Mendorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru” memang dipilih secara khusus sebagai upaya membantu Pertamina mensosialisasikan Program Langit Biru. Sehingga melalui media, mahasiswa dan bloger yang mengikuti kegiatan ini, masyarakat bisa lebih mengetahui dan memahami pentingnya menggunakan BBM ramah lingkungan, baik untuk mengurangi polusi udara maupun untuk menjaga keawetan kendaraan.

“Melaui program langit biru, masyarakat didorong untuk menggunakan pertalite atau pertamax dan tidak menggunakan premium atau bensin lagi,” kata Tulus Abadi saat membuka kegiatan tersebut.

Kegiatan media gathering dan webinar berlangsung dalam suasana diskusi yang santai dan penuh dengan pesan. Yang pada intinya membahas tentang manfaat atau keuntungan menggunakan BBM ramah lingkungan, dengan melibatkan pihak-pihak berkompeten sebagai pemateri. Seperti, Direktur Pengendalian Penemaran Udara KLKH, Dasrus Chaniago, Ketua YLKI, Tulus Abaadi, Putri Pariwisata NTT, Rivani Bistolen, Pejabat dari PT. Pertamina (Persero), Kepala dinas kesehatan, kepala dinas perhubungan, kepala dinas lingkungan hidup dari empat provinsi termasuk Kota Kupang dan pembicara lainnya.

Semoga pelaksanaan Program Langit Biru Pertamina bermanfaat bagi warga Kota Kupang dan masyarakat Provinsi NTT pada umumnya. Tidak hanya diterapkan di kota-kota wilayah Pulau Jawa, Bali dan lainnya, tetapi juga ada di wilayah NTT. Ayo… Saatnya Meninggalkan Premium dan Beralih ke BBM Ramah Lingkungan..!

(* Maximilianus Marho)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top