Daerah

Polwan Polres Kupang Kota Bedah Rumah Wehelmina Sebedai

# Dalam Rangka HUT Polwan ke-68

TEROPONGNTT, KUPANG — Para polisi wanita (Polwan) Polres Kupang Kota sibuk bekerja memperbaiki rumah milik Wehelmina Sebedai (85 tahun) di wilayah RT 16 RW 6 Kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang, Sabtu (27/8/2016) siang.  Di rumah ini, Wehelmina tinggal bersama saudaranya, Paulina Sebedai Oetemusu (81 tahun).

Walau mengenakan pakaian seragam polisi, para polwan ini tidak takut kotor. Mereka mencampur semen dan memasang batako untuk memperbaiki dinding bangunan rumah.  Para polisi wanita ini tampak cekatan bekerja bahkan seperti para tukang professional. Bahkan, ada polwan yang memegang campuran semen dengan tangan kosong, seolah tak kuatir tangan dan jari lentik mereka lecet dan merusak kulit.

Apa yang dilakukan para polwan ini merupakan bagian dari kegiatan berbagi kasih dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) yang ke 68 tahun tahun 2016 di tingkat Polres Kupang Kota. Wehelmina Sebedai dan Paulina Sebedai Oetemusu berstatus janda dan sudah berusia tua. Suami mereka juga sudah tiada.

Rumah kedua janda ini berupa rumah berdinding bebak. Ukuran rumah pun tidak terlalu besar, cuma 7 x 8 meter. Beberapa bagian dinding dan kosen sudah mulai usur dan rusak. Karena itu, Polwan Polres Kupang Kota memilih membantu kedua ibu tersebut dengan memperbaiki rumah mereka menjadi rumah semi permanen atau rumah setengah tembok.

Bagian dinding rumah yang mulai rusak dibongkar para polwan. Setelah itu, para polwan menyiapkan semen campuran dan batako lalu membuat dinding tembok dengan semen dan batako. Sementara bagian dinding sebelah atas yang rusak diperbaiki dengan dinding baru sehingga bangunan rumah menjadi rumah semi permanen atau rumah setengah tembok yang cantik.

Para polwan pun menyiapkan sendiri peralatan pertukangan dan bekerja dengan penuh semangat. Mereka dipimpin Kompol Sriyati sebagia Koordinator Polwan Polres Kota. Mereka bekerja penuh semangat karena terpanggil untuk melakukan aksi nyata membantu sesama yang kesulitan.

“Bedah rumah ini karena pihak Polres Kupang Kota merasa terpanggil untuk melakukan aksi nyata memberikan jalinan kasih dalam rangka HUT Polwan. Beda rumah ini atas inisiatif semua polwan yang peduli terhadap masyarakat miskin,” kata Kompol Sriyati kepada wartawan saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kompol Sriyati  yang juga Kapolsek Maulafa ini, menjelaskan rumah kedua janda ini dipilih setelah pihak Polres Kupang Kota melakukan koordinasi dengan semua kelurahan untuk mencari tahu warga mana yang lebih pantas mendapat bantuan bedah rumah ini. Setelah menerima masukan dari berbagai pihak dan juga dari pantaun langsung, Polwan Polres Kupang Kota kemudian memilih rumah kedua janda tersebut.

Hal yang juga menjadi pertimbangan, kata Kompol Sriyati, karena kedua janda tersebut sudah termasuk lansia dan tinggal sendiri tanpa anak. Apalagi kondisi rumah berukuran 7 X 8 meter persegi itu sudah mulai rewot. “Rumah sudah sangat rapuh. Kalau kita abaikan maka bisa roboh sewaktu-waktu,” ungkap Kompol Sriyati.

Selain itu, kata Kompol Sriyati, penentuan rumah tersebut karena rumah dan tanah memang milik sah dari kedua janda tersebut yang dibuktikan dengan sertifikat tanah. Sehingga dipandang memenuhi syarat jika harus dibantu melalui program bedah rumah.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Johannes Bangun yang turun langsung memantau bedah rumah tersebut, mengatakan, apa yang dilakukan para polwan merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kaum miskin. Beda rumah ini juga memupus pemahaman sekelompok masyarakat yang menganggap polisi itu jahat.

“Kita melakukan dari hati yang sangat tulus untuk rakyat. Kita sangat bangga bisa berbagi dengan orang yang kurang mampu,” kata Bangun. Kapolres Kupang Kota ini juga meminta, agar semua elemen meningkatkan jiwa peduli terhadap sesama.

Paulina Sebedai Oetemusu, adik kandung dari Wehelmina Sebedai, meneteskan air mata harus dan bahagia melihat apa yang terjadi di depan matanya. Paulina menyampaikan banyak terima kasih kepada Polwan Polres Kupang yang telah tulus peduli terhadap kehidupan dirinya dan kakaknya.

Diakui Paulina, kakaknya adalah seorang janda dan tidak dikaruniai anak. Sehingga selama ini, keduanya hidup merana selepas ditinggal mati suami mereka masing-masing. Untuk menyambung hidup, keduanya membuka kios kecil yang hanya menjual beberapa kebutuhan seperti kopi dan gula.

“Mau makan saja kami dua kesulitan, bagaimana bisa perbaiki rumah ini. Terimah kasih ibu polisi” ungkapnya.

Beberapa warga yang menyaksikan langsung kegiatan bedah rumah itu, memberi apresiasi kepada pihak Polres Kupang Kota khususnya para polwan yang berhati mulia. Bahkan para warga menyebut, rumah kedua janda yang hanya berjarak seratus meter dari kantor Kelurahan Naikoten 1 itu, selama ini tidak diperhatikan pemerintah. (*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top