Daerah

PMKRI Ajak Masyarakat Gerak Bersama Bongkar Dugaan Gratifikasi Anggota DPRD Ende

TEROPONGNTT, ENDE — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende mengajak seluruh masyarakt Kabupaten Ende untuk melakukan gerakan bersama membongkar dugaan gratifikasi yang dilakukan 8 oknum anggota DPRD Ende . PMKRI menilai, gratifikasi merupakan suatu kejahatan yang luar biasa dan butuh kekuatan bersama untuk membongkarnya.

“PMKRI Ende menilai ini sebagai kejahatan yang luar biasa sehingga membutuhkan kekuatan besar dan gerakan bersama agar penegak hukum bisa memproses secepatnya,” kata Presedium Gerakan Masyarakat PMKRI Cabang Ende, Angan Riwu dalam konferensi pers di marga PMKRI Cabang Ende, Jumat (19/5/2017) malam.

Kasus dugaan gratifikasi ini, kata Angan Riwu, sudah ditangani aparat Polres Ende sejak dua tahun lalu. Hanya saja belum menunjukan titik terang upaya penyelidikannya meski sudah cukup lama. “ Sebagai organisasi yang menyuarakan suara-suara yang tidak bersuara, PMKRI secara lembaga mengajak masyrakat kecil untuk bersama- sama membongkar dugaan kejahatan di Kabupaten Ende yang kita cintai bersama ini,” kata Angan Riwu.

Sementara Ardianus So, salah seorang senior PMKRI yang juga Sekertaris Forum Peduli Kesejateraan Masyrakat Kecil Kabupaten Ende, memberi apresiasi atas sikap PMKRI Cabang Ende yang terus memperjuangan hak-hak masyarakat kecil.

“Terkait ajakan PMKRI kepada masyrakat, kami juga sependapat, supaya ada kekuatan tekanan kepada aparat penegak hukum sehingga bisa mempercepat proses hukum dugaan gratfiksi delapan orang anggota DPRD Ende tersebut,” kata Adrianus.

Sebelumnya, kasus dugaan gratifikasi ini, juga mendapat tanggapan dari Ketua DPC Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Ende, Haji Pua Ndale. Bahkan, Haji Pua Ndale yang juga anggota DPRD Kabupaten Ende, mendesak agar kasus ini diproses hukum. (JR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top