Daerah

PKK NTT Harus Terlibat Mengawal Ideologi Pancasila

TEROPONGNTT, KUPANG — Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki peran strategis dalam menyukseskan pembangunan. Termasuk di dalamnya, menanamkan dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Ibu-ibu tidak boleh beranggapan bahwa hal ini bukan menjadi urusan kaum ibu. Semua masyarakat harus memahami Pancasila dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya dalam sambutannya pada acara Rapat Konsultasi (Rakon) PKK Tingkat Provinsi NTT di aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Jumat (9/6/2017). Acara pembukaan Rakon PKK ini juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno serta Unsur Forkompinda NTT, Pimpinan OPD lingkup pemerintah Provinsi NTT, unsur PKK kabupaten/kota se-NTT, insan pers dan undangan lainnya.

Lebu Raya mengingatkan, akhir-akhir ini terdapat kecenderungan semakin memudarnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bersama. Karena itu, perlu ditanamkan kembali pemahaman dan penghayatan tentang Pancasila dalam berbagai kesempatan.

“Ada anak-anak sekolah yang sudah tidak menghafal lagi urutan sila-sila Pancasila. Di sinilah peran keluarga sangat penting dan mulia. Jangan hanya fokus untuk mengajar anak-anak ilmu pengetahuan tetapi juga menanamkan nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong dan solidaritas. Pendidikan karakter juga wajib diajarkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Saya berharap agar segenap jajaran PKK mengumandangkan semangat ini sampai ke kampung-kampung serta desa-desa,” kata Lebu Raya.

Pada kesempatan ini, Lebu Raya kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT menolak radikalisme dan ormas-ormasnya seperti HTI, FPI dan sejenisnya. Serta berharap PKK mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan kesejahteran masyarakat.

“Gunakan segala potensi yang ada di desa-desa terutama dalam memberdayakan pangan lokal. Kembangkan prinsip PKK dalam program pangan B2SA (Berimbang, Bergizi, Sehat dan Aman). Kita juga sedang gencar-gencarnya mengembangkan pariwisata. Pariwisata harus berdampak langsung bagi masyarakat. Latih para ibu dalam hal kerajinan tangan dan kuliner yang beraneka ragam,” pungkas Gubernur Lebu Raya.

Sejalan dengan harapan Gubernur tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Lusia Adinda Lebu Raya dalam sambutannya mengungkapkan, PKK terus terlibat aktif dalam upaya menjaga Pancasila.

“Akhir-akhir ini, orang baru mempopulerkan ungkapan Saya Indonesia, Saya Pancasila, tetapi Pengurus PKK sudah menjiwai ini. Hal tersebut telah menjadi prioritas pertama dari sepuluh program PKK yakni penghayatan dan pengamalan Pancasila. Upaya itu semakin gencar dilakukan PKK dengan program Kadarkum (Keluarga Sadar Hukum),” jelas Lusia Adinda Lebu Raya.

Lewat berbagai gerakan, kata Adinda Lebu Raya, PKK terus berupaya terlibat dalam pembangunan dengan berbagai program unggulannya. PKK juga sangat peduli dengan isu-isu utama Provinsi NTT seperti daerah perbatasan, pangan lokal, upaya penekanan kematian ibu dan anak serta berbagai kegiatan positif lainnya.

Salah satu program andalan Dasawisma PKK, kata Adinda Lebu Raya, adalah pencatatan secara lengkap data keluarga. Data-data ini dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah, dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasar. PKK Provinsi NTT merupakan satu-satunya PKK di Indonesia yang memiliki Modul PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Holistik Integratif. (*/Siaran Pers Biro Humas NTT).

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top