Daerah

Pergantian Tahun, Waspada DBD

Oleh : Bepi Kondora dan Yenita Malo (Mahasiswi FKM Undana)

TEROPONGNTT, KUPANG — Musim hujan  telah  tiba bersamaan dengan pergantian tahun. Pada masa ini, biasanya kita terbuai dengan suasana Pesta Natal dan Tahun Baru, sehingga melupakan persoalan kesehatan pribadi dan lingkungan sekitar. Salah satu bahaya penyakit yang sering mengancam pada masa ini adalah Demam Berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD).

DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus yang hidup di wilayah tropis dan subtropis. Virus dengue dapat berkembang menjadi hal yang dapat mengancam jiwa (severe dengue), mengakibatkan nyeri perut dan muntah, sulit bernapas, dan penurunan trombosit darah yang bisa mengakibatkan pendarahan internal. Diperkirakan terdapat setidaknya 50 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia tiap tahunnya.

Hingga saat ini belum ada penanganan yang spesifik untuk demam berdarah. Namun, vaksin demam berdarah telah dikembangkan oleh WHO pada bulan April 2016. Vaksin tersebut berfungsi untuk mencegah terjadinya fase ke-2 demam berdarah.  Sepanjang 2017, diketahui ada sekitar 59.000 kasus demam berdarah di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 400 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Gejalanya; demam, pusing, nyeri pada bola mata, sendi otot dan ruam, pembesaran hati, syok trombositpenia dan kebocoran plasma.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh semua kita pada musim seperti ini adalah membersihkan sarang nyamuk. Air hujan yang baru saja turun menyebabkan banyak genangan air dan ini menjadi sarang nyamuk yang sangat baik. Waspada juga area di dalam ruangan, dalam lemari, dan tempat-tempat gelap lainnya. Nyamuk ini biasanya tinggal di tempat yang dingin dan gelap.

Banyak dari kita mengabaikan hal yang kecil dan sederhana akibatnya ternyata sangat fatal. Nyamuk yang secara fisik jauh lebih kecil dari manusia,ternyata mampu merobohkan manusia. Apakah sebagai manusia kita tidak mampu memutuskan siklus hidup nyamuk? Apalagi yang masih dalam bentuk telur dan larva? Seharunya semua kita bergerak dari lingkup terkecil yaitu keluarga masing-masing. Dalam Radius minimal 10 meter di sekitar rumah harus bebas yang namanya nyamuk, terutama telur dan larva yang hidup dalam media air. Jika temukan segera musnahkan. Budayakan hidup bersih dan sehat, dengan cara sederhana yaitu bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Saat ini tentu semua kita sedang berjaga-jaga. Ada tiga tahapan yang perlu kita pahami berkaitan dengan penderita demam berdarah, yaitu: pertama; Fase demam; kehadiran virus dalam aliran darah yang menyebabkan demam tinggi. Tingkat veremia dan demam biasanya erat mengikuti satu sama lain. Kehadiran virus dengue yang tertinggi ialah tiga atau empat hari setelah demam pertama muncul.

Kedua Fase kritis; terdapat berbagai kebocoran plasma secara tiba-tiba ke dalam rongga pleura dan perut. Pasien menunjukkan tanda-tanda penyempitan intravaskuler, syok, atau pendarahan berat, dan harus segera di rawat di rumah sakit. Ketiga fase penyembuhan; kebocoran plasma berhenti, seiring dengan reabsorpsi plasma dan cairan. Indikator yang menunjukkan masuknya fase penyembuhan ialah kembalinya nafsu makan, stabilnya tanda-tanda vital (tekanan nadi melebar, denyut nadi teraba kuat), kadar hematokrit kembali normal, meningkatnya urin dan pemulihan ruam-ruam dengue (kulit kadang terasa gatal dan berbintik-bintik merah, dengan pulau-pulau bulat kecil yang tidak mempengaruhi kulit).

Menghilangnya demam menandakan bahwa pasien sedang memasuki fase kritis. Indikator yang menyatakan pasien telah memasuki fase kritis mencakup perubahan mendadak dari tinggi suhu 38°C ke suhu normal atau di bawah normal, trombositopenia/penurunan trombosit (≤100.000 sel/mm³) dengan kenaikan hematokrit (perbandingan sel darah merah dengan volume darah) yang meningkat (kenaikan ≥20% dari garis dasar), hipoalbuminemia (kekurangan albumin/protein) atau hipokolesterolemia (kolesterol yang melebihi kadar normal), efusi pleura (penumpukan cairan di dada) atau ascites (penumpukan cairan di perut).

Pembuluh darah seringkali menjadi rusak dan bocor. Jumlah gumpalan sel trombosit dalam aliran darah juga menurun. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan dari hidung dan mulut, muntah terus-menerus, perdarahan di bawah kulit, hingga menyebabkan masalah pada paru-paru, hati, serta jantung. Inilah alasan mengapa disarankan secepatnya untuk membawa anak yang demam ke fasilitas kesehatan. Sebab jika menunggu di rumah tanpa adanya pertolongan medis akan berdampak buruk bagi kondisi anak.

Agar lebih jelas penderita harus dirawat apabila ditemukan gejala-gejala seperti; Takikardi (denyut jantung meningkat), kulit pucat dan dingin, denyut nadi melemah, perubahan kesadaran, penderita terlihat mengantuk atau tertidur terus-menerus, air kemih sangat sedikit, peningkatan hematokrit secara tiba-tiba, tekanan darah menurun. Apabila terjadi gejala seperti ini maka segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Sekali lagi pada intinya jagalah lingkungan sekitar kita agar selalu bersih dan tidak ada genangan air. Mari kita berantas sarang nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk.

(*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top