Daerah

Pemkot dan Bank NTT Tandatangan MoU Pengolahan Sampah di Puncak Peringatan HUT ke-23 Kota Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan Bank NTT melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) pengolahan sampah, pada acara puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kota Kupang, Kamis (25/4/2019). Penandatanganan MoU ini disaksikan seluruh aparatur sipil Negara (ASN) serta masyarakat yang hadir.

Pemilihan waktu dan tempat pelaksanaan penandatanganan MoU pengolahan sampah ini tentu memberi pesan penting, bahwa penanganan masalah sampah di Kota Kupang menjadi salah satu prioritas perhatian pemerintah Kota Kupang. Apalagi, Kota Kupang sempat menyandang predikat sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia.

Penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) pengolahan sampah dilakukan Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore dan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alex Riwu Kaho.

Setelah dilakukan penandatanganan MoU, Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore bersama Forkompinda Kota Kupang dan para mantan walikota dan wakil walikota Kupang, kemudian diarahkan menuju stan Bank NTT untuk menyaksikan demonstrasi penggunaan mesin pengolahan sampah organic yang disiapkan bank NTT.

Kepada Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore dan semua yang hadir, Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alex Riwu Kaho bersama tim Bank NTT kemudian menjelaskan tatacara penggunaan mesin pengolahan sampah serta manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan mesin ini. Untuk membuktikannya, mesin pengolahan sampah pun dihidupkan dan ditunjukan bagaimana mesin tersebut bekerja.

Sebelum menyaksikan penggunaan mesin pengolahan sampah, Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore dan semua yang hadir, terlebih dahulu diperkenalkan dan didemonstrasikan penggunaan system pemasaran produk UMKM secara digital yang disiapkan bank NTT. Sebagai contohnya, Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore membeli semangkok bakso secara online menggunakan fasilitas digital yang disiapkan Bank NTT tersebut.

Demonstrasi penggunaan system pemasaran produk UMKM secara digital merupakan bagian dari program optimalisasi kontribusi Bank NTT dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang melalui penerimaan 9 pajak daerah berbasis online.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alex Riwu Kaho kepada wartawan menjelaskan, Bank NTT menggandeng pemerintah Kota Kupang untuk ikut menangani masalah sampah dengan menyiapkan mesin pengolahan sampah. Sehingga sampah-sampah plastic dan sampah organic lainnya bisa didaur ulang menjadi produk yang berguna.

Sampah plastic bisa didaur ulang menjadi tutup botol dan lainnya sementara sampah-sampah organic seperti kotoran dan baun-daunan bisa diolah menjadi pupuk. Sehingga member manfaat kepada masyarakat dan membuat sampah tidak menumpuk.

Tujuan pengadaan mesin pengolahan sampah ini, kata Alex Riwu Kaho, juga untuk merubah pola pikir masyarakat dalam berwirausaha dan melihat sesuatu sebagai potensi yang bisa mendatangkan keuntungan. Bank NTT bahkan sudah, membina beberapa kelompok masyarakat untuk dapat menggunakan mesin pengolahan sampah tersebut seperti, pemuda Kaisarea, Karang Taruna Kelurahan Kolhua dan beberapa titik lainnya.

Hal yang sama disampaikan Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore. Menurut Jefry Riwu Kore, apa yang dilakukan bersama Bank NTT merupakan suatu terobosan dalam upaya mengurangi sampah plastik dan sampah organic lainnya. Sehingga predikat Kota Kupang sebagai kota terkotor bisa dihilangkan.

“Sebenarnya predikat Kota Kupang sebagai kota terkotor yang bukan karena banyak sampah yang berserakan, namun karena tingkat daur ulang sampah yang masih kurang.  Kita sama kok dengan kota lainnya. Bisa lihat sendiri, tidak ada sampah yang bersearakan di jalan-jalan,” kata Jefry Riwu Kore.

(max)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top