Daerah

Pemilik Tanah Sutet di Belo Keluhkan Sistim Pendekatan yang Dibangun Pihak PLN

FOTO : Obetnego Tuan

TEROPONGNTT, KUPANG — Sejumlah warga pemilik tanah di wilayah Kelurahan Bello, Kota Kupang, yang lokasi lahanya akan dipancang tiang tower untuk SUTET (Saluran Udara Teganggan Tinggi), mengeluhkan sistim.pendekatan yang dibangun pihak PLN untuk mendapatkan pembebasan lahan.

Obetnego Tuan, salah satu warga pemilik lahan di Kelurahan.Bello, kepada wartawan Teropong NTT di kediamannya, Selasa (12/11/2019), mengungkapkan bahwa dirinya atas nama sejumlah pemilik lahan merasa kecewa dengan pihak pemerintah, dalam.hal ini pihak PLN Wilayah NTT. Menurutnya, beberapa waktu lalu mereka sebagai para pemilik tanah yang akan dipancang tiang SUTET, dipanggil secara tertulis untuk.datang ke kantor Kecamatan Maulafa guna dilakukan negosiasi.

Hal ini, kata Obetnego Tuan, tak masuk akal. Mestinya calon pembeli tanahlah  yang datang menemui mereka sebagai pemilik lahan di rumah masing-masing. Bukan pemilik tanah yang datang mencari pembeli di kantor camat. Hal inilah yang membuat mereka sebagai pemilik lahan merasa kecewa karena merasa tidak dihargai.

“Bagaimana bisa, pembeli panggil kami secara dinas melalui surat tertulis. Memangnya yang punya tanah siapa?,” tanya Obetnego penuh heran bercampur kesal.

Hal yang sama dikatakan pemilik lahan yang lain yakni Marlen Harianja dan Yusuf Tuan yang ditemui di tempat berbeda. Atas kekecewaan itulah, para pemilik tanah tidak mengindahkan surat panggilan yang mereka terima.

“Sebelumnya tidak pernah ada kesepakatan dengan pihak manapun, tetapi fakta dilapangan, sudah dipatok pilar-pilar kecil. Ini yang membuat kami merasa tidak dihargai sebagai pemilik lahan,” kata Yusuf Tuan.

Menanggapi keluhan pemilik lahan di Belo, Kota Kupang ini, Assistant Manager Komunikasi PLN UIP Nusra, Irlan Jayadi, yang dihubungi pertelepon dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (14/11/2019), mengatakan, sesuai aturan memang musyawarah dan kesepakatan harga lahan yang dibeli harus dilakukan secara terbuka dengan disaksikan aparat pemerintah dan pihak terkait lainnya. Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan akan adanya kemungkinan main mata antara petugas PLN dengan pihak pemilik lahan.

Meski demikian, kata Irlan Jayadi, pihaknya memahami apa yang dikeluhkan oleh para pemilik lahan di wilayah Kelurahan Belo, Kota Kupang. Pendekatan yang baik dengan pemilik lahan juga penting dengan mendatangi dan berbicara langsung dengan pemilik lahan.

“Kami sudah kontak dengan teman-teman yang sedang berada di Kupang. Saat ini mereka masih berada di kelurahan yang lain, nanti petugas kami akan mendatangi lagi pemilik lahan di Belo,” kata Irlan Jayadi.

Irlan Jayadi berharap, proses pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan tower jaringan listrik (SUTET) di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya bisa berjalan baik.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top