Daerah

Patelki NTT Gelar Seminar Nasional Malaria di Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG — Dalam rangka peringatan HUT ke-31 Patelki, Hari Malaria Sedunia dan Dies Natalis Poltekes Kemenkes Kupang, Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (DPW Patelki) NTT menggelar Seminar Nasional tentang Malaria. Seminar nasional malaria diikuti 500-an tenaga analis dan mahasiswa Poltekes Kemenkes Kupang.

Kegiatan seminar nasional bertema, “Interprofessional Collaboration dalam Pengendalian Malaria di Nusa Tenggara Timur” digelar di aula Poltekes Kemenkes Kupang, Jumat (21/4/2017) siang. Seminar nasional malariamenampilkan pemateri, Ketua Umum DPP Patelki, Entuy Kurniawan, S.Si, M.KM, Pejabat Kementerian Kesehatan RI, dr. Hanafiah Rogayah, Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) NTT, Agustinus Sally, Direktur Poltekes Kemenkes Kupang dan Kabid P2P Dinkes Provinsi NTT serta Pemegang Program Malaria Unicef.

Ketua Panitia Peringatan HUT ke-31 Patelki, Hari Malaria Sedunia dan Dies Natalis Poltekes Kemenkes Kupang, Yoan Novicadlitha, A.Md. AK.S.Si menjelaskan, selain seminar nasional malaria, DPW Palteki NTT juga menggelar sejumlah kegiatan lainnya dalam rangka peringatan tiga hari penting tersebut. Diantaranya, pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan bagi warga di Desa Merbaun, Kabupaten Kupang, Kamis (20/4/2017) dan kegiatan pelayanan pemeriksaan Laboratorium bagi warga Kota Kupang di arena Car Free Day (CFD) Jalan El Tari, Sabtu (22/4/2017) pagi.

“Tujuan digelarnya seminar nasional malaria adalah, memberi pemahaman tentang kebijakan pengendalian malaria di Indonesia melalui eliminasi malaria, pengenalan program dan peningkatan pelayanan kesehatan serta pemahaman tentang peran strategis tenaga kesehatan dalam pengendalian malaria kepada para tenaga analis,” kata Yoan.

Seminar nasional malaria, kata Yoan, bukan cuma diikuti tenaga analis dari Kota Kupang tetapi juga datang dari berbagai kabupaten. “NTT merupakan salah satu provinsi dengan kasus malaria yang cukup tinggi di Indonesia. Karena itulah, seminar nasional yang digelar mengambil tema khusus tentang malaria,” kata Yoan. (nia)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top