Daerah

Panitia Open Turnamen Volly (OTV) Pemuda GMIT Juga Peduli Sampah di Kota Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG – Selain bertugas menyelenggarakan Open Turnamen Volly (OTV) Pemuda GMIT 2019, Panitia OTV Pemuda GMIT juga peduli terhadap masalah sampah di Kota Kupang. Karena itu, pada Sabtu (23/3/2019) pagi,  Panitia Open Turnamen Volly (OTV) bersama ratusan Pemuda GMIT menggelar aksi Pungut Sampah pada 2 titik pembuangan sampah liar di sepanjang Jalur 40 Kota Kupang.

Ketua BP Pemuda Sinode GMIT, David Natun, didampingi oleh Wakil Ketua Panitia OTV Pemuda GMIT, Yuan Taneo, kepada wartawan di lokasi kegiatan, menjelaskan, aksi pungut sampah merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemuda terhadap masalah mendasar yang dialami warga. Apalagi salah satu program pemerintah yang sedang dilakukan saat ini adalah masalah sampah.

“Predikat Kota Kupang sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia merupakan persepsi buruk bagi kita. Namun di sisi lain, harusnya menjadi motivasi bagi kita untuk melakukan tindakan nyata terkait sampah. Karena itu, ini adalah langkah awal yang diinisiasi oleh Panitia OTV Pemuda GMIT dan kedepannya kami akan terus melakukan aksi ini. Dalam waktu dekat rencananya akan dilakukan di wilayah Pantai Oeba,” kata David.

Sementara Wakil Ketua Panitia OTV Pemuda GMIT, Yuan Taneo mengatakan, sinergitas antara Gereja dalam hal ini pemuda dengan pemerintah, dalam kolaborasi aksi guna mengatasi masalah sampah khususnya di Kota Kupang akan terus didukung. Rencana kedepan, aksi serupa juga akan dilakukan di lokasi lainnya, sekaligus turut memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perilaku mengelola sampah yang dimulai dari rumah warga,” kata Yuan Taneo.

Pada aksi ini juga hadir Kabid Pegolahan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Paulus Dian Foenale, serta Ketua RW 04, Ketua RT 25 dan Ketua RT 26 Kelurahan Sikumana.

Pemungutan serta pemisahan sampah organik dan non-organik menghasilkan 91 kantong sampah yang kemudian diangkut menuju TPA oleh Petugas Keberhasilan Kota Kupang.

Paulus Foenale mewakili Dinas Kebersihan Kota Kupang, memberikan dukungan terhadap aksi yang positif ini dan berharap agar kedepannya aksi semacam ini tetap dikomunikasikan dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang. Mengingat armada pengangkutan sampah yang terbatas.

Sementara beberapa warga sekitar lokasi aksi, mengeluhkan perilaku masyarakat yang bukan warga sekitar yang memanfaatkan lokasi Jalur 40 sebagai titik pembuangan sampah liar. Warga berharap, Pemerintah Kota Kupang dapat menyediakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) permanen sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga.

(em)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top