Daerah

Orang Tua Korban Dari Sumba Barat Daya Minta Pdt Simsoni Dibebaskan

TEROPONGNTT, KUPANG –   “Tolong bebaskan Pdt. Simsoni, karena dia tidak bersalah. Ini semua atas keinginan kami yang menitipkan anak kami di Yayasan Pelita Hidup.”

Demikian ungkapan Daniel Dengi Bokol, usia menyerahkan Pernyataan Permohonan Membebaskan Pdt. Simsoni di Mapolresta Kupang Kota, Sabtu (1/07/2017). Daniel Dengi Bokol mengaku, menyerahkan pernyataan permohonan untuk membebaskan Pendeta Simsoni, mewakili orang tua dari sepuluh anak asal Desa Kadaghu Tana, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD.

“Sejak bulan Januari 2017, kami orang tua menitipkan anak kami kepada Yayasan Pelita Hidup, dengan harapan agar anak kami bisa menjadi orang yang lebih baik. Yang jelasnya, bahwa anak kami akan di sekolahkan dan diberikan keterampilan yang bisa menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” kata Daniel.

Ketika di tanya awak media terkait adanya pengakuan dari salah satu anak yang berinisial AB dan FY, bahwa mereka diperlakuan tidak wajar oleh Pdt. Simsoni, Daniel mengatakan, kedua anak itu sebenarnya ingin pulang ke kampung halamannya tetapi menjadikan Pdt Simsoni sebagai alasan supaya bisa lari dari penampungan. Daniel malah menyebut, sudah sejak dari kampung perilaku anak-anak itu sudah demikian yaitu sering lari dari rumah.

“Kami orang tua sangat berterima kasih kepada Pdt. Simsoni karena berkat beliau anak kami sampe di Kupang ini. Banyak perubahan yang kami lihat diantaranya badan mereka sudah gemuk dan mereka bisa berbahasa Indonesia dengan baik,” kata Daniel.

Sebagai orang tua, kata Daniel, mereka sangat mengharapkan kepada pihak kepolisian untuk kembali membebaskan Pdt. Simsoni karena beliau tidak bersalah. “Ini kesalahan anak kami yang ingin lari dan pulang kembali ke Sumba,” pungkas Daniel.

Untuk diketahui, Pendeta Simsoni selaku Ketua Yayasan Pelita Hidup yang beralamat di Jalan WJ Lalamentik sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Polres Kupang Kota karena terkait kasus eksploitasi anak. (Red)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top