Daerah

Nixon Balukh : Badan Litbang NTT Memiliki Tujuh Fungsi Kelitbangan. Apa Sajakah Itu…?

TEROPONGNTT, KUPANG – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Provinsi NTT memiliki tujuh fungsi kegiatan kelitbangan sebagai tugas pokok dan fungsi atau topoksinya. Ketujuh fungsi kegiatan kelitbangan yakni penelitian, pengembangan, perekayasaan, pengkajian, penerapan, pengoperasian dan evaluasi kebijakan.

Demikian dikatakan Kabid Ekonomi dan Pembangunan Badan Litbang Provinsi NTT, Nixon Balukh, SP, M.Si ketika ditemui di di ruang kerja Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Provinsi NTT, Rabu (9/8/2017) siang. Nixon mengatakan saat itu saat mendampingi Kepala Badan Litbang Provinsi NTT, Thomas Bangke untuk memberi penjelasan kepada wartawan terkain tupoksi badan litbang yang belum banyak diketahui masyarakat.

“Selama ini orang hanya berpikir kalau badan litbang itu kerjanya penelitian saja. Padahal sebenarnya, ada tujuh fungsi kegiatan kelitbangan yang dilaksanakan Badan Litbang NTT Provinsi NTT yakni penelitian, pengembangan, perekayasaan, pengkajian, penerapan, pengoperasian dan evaluasi kebijakan,” kata Nixon.

Nixon menjelaskan, setiap tahun Badan Litbang Provinsi NTT menyusun rencana induk kelitbangan yang sejalan dengan RPJMD pemda, kemudian dijabarkan menjadi renstra dan kemudian diagendakan menjadi riset daerah. Selanjutnya, riset daerah dilakukan dengan menggelar rakorda yang menghadirkan sektor terkait.

Di rakorda (rapat koordinasi daerah) tersebut, kata Nixon, akan diperoleh isu-isu dan ide-ide dasar, yang kemudian disusun oleh para peneliti untuk dilakukan kegiatan kelitbangan. Semua proses terebut sejalan dengan RPJMD dan Restra pemerintah daerah (pemda).

Sementara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Provinsi NTT, Thomas Bangke mengakui, masih banyak masyarakat belum paham betul kerjanya Badan Litbang. Masyarakat masih menilai kerja badan litbang berdasarkan persepsi dan bukan berdasarkan norma. Sehingga penilaian tersebut perlu diluruskan agar menjadi benar-benar paham.

Dikatakan Thomas Bangke, tugas dan fungsi badan litbang menghadirkan konsep yang kemungkinan bisa diaplikasikan 5-10 tahun yang akan datang. Litbang adalah ting-tengnya gubernur, litbang adalah ting-tengnya pemerintah. Litbang itu otaknya pemerintah.

“Litbang itu ting-tengnya gubernur. Gubernur mau buat apa, kita cari landasan teorinya seperti apa. Oh.. sudah betul pak, jalan saja.  Jadi litbang itu ting-tengnya pemerintah. Litbang itu adalah otak dari pemerintah. Jadi kalau pemerintah provinsi atau kabupaten mau buat apa, landasanya apa, konsepnya apa..?,” kata Thomas Bangke.

Jika masyarakat mengatakan bahwa hasil litbang lain tetapi kebijakan pemerintah lain, kata Thomas Bangke, maka tentu itu terjadi karena salah persepsi. Kebanyakan penilaian itu pada persepsi, bukan berdasarkan norma-norma yang ditentukan. (mar)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top