Daerah

New Normal Harus Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

FOTO : Ketua Komisi V DPRD NTT, Junus Takandewa, S. Pd

TEROPONGNTT, KUPANG — Pemerintah sementara ini sedang mempersiapkan skenario untuk membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial, dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan di tengah ancaman virus corona. Kebijakan baru yang dikenal dengan New Normal itu resmi diumumkan sejak pekan lalu.

Kehidupan baru atau new normal merupakan sebuah upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya. New normal direncanakan akan dimulai pada awal Juni 2020..

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,  dalam rapat dengan para kepala daerah se-NTT, Selasa (26/5/2020), menginsyaratkan akan membuka aktifitas publik mulai tanggal 15 Juni 2020 mendatang.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Junus Takandewa, S. Pd menilai, kebijakan pemerintah untuk membuka kembali aktifitas publik merupakan sebuah kebijakan setelah pemberlakuan stay at home atau work from home serta pembatasan sosial (social distancing) guna melakukan pencegahan penyebaran virus corona tidak semakin meluas di masyarakat.

“Kebijakan ini diambil agar masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah dapat tetap bekerja dan tentunya harus tetap menjalankan statndar kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” kata legislator asal Sumba ini.

Lebih jauh, Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT ini mengatakan, dengan perlakukan New Normal nantinya, masyarakat sedang diarahkan menuju sebuah pintu gerbang tatanan sosial baru. Dengan tatanan baru tersebut, masyarakat diwajibkan untuk melakukan penyesuaian diri atau adaptasi dengan situasi baru tersebut.

“Mau atau tidak, suka atau tidak, agar hidup tetap berjalan maka kita harus menghadapi situasi baru ini. Kita harus bisa menyesuaikan diri dan tentunya Protokol kesehatan tetap dijalankan,” katanya mengingatkan.

Menurut dia lagi, pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena hingga saat ini belum ada satupun pimpinan di dunia bahkan organisasi kesehatan dunia atau WHO yang memberikan keyakinan kepada masyarakat dunia tentang kapan Pandemi Covid-19 ini berakhir.

“Adaptasi dimaksud tidak berarti melonggarkan disiplin protokol kesehatan. Justru tatanan sosial baru inilah jalan revolusi yang kita lalui dan menjadi fundamental dalam seluruh aspek kehidupan,” ujan mantan Ketua Sementata DPRD NTT ini lagi.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Pulau Sumba ini menegaskan kebijakan yang diambil pemerintah itu dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa Pandemi Covid-19 ini masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

Menghadapi kehidupan baru tersebut, Junus kembali mengingatkan masyarakat NTT agar terus menggelorakan semangat gotong royong di tengah masyarakat di tengah pademi Covid-19 ini. Hal itu sangat penting guna membangun tatanan sosial baru itu di masyarakat.

“Kita harus bangun bersama dan tidak boleh meninggalkan satu sama lain. Pentingnya menjaga persatuan di tengah Pandemi ini. Kita juga perlu membuka tangan untuk membantu mereka yang memerlukan bantuan. Membangun solidaritas tanpa melihat perbedaan adalah hal penting saat ini,” kata Takandewa lagi.

(*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top