Daerah

Nanci Kaka : Jumlah Kasus DBD di Kota Kupang Masih Tergolong Tinggi

TEROPONGNTT, KUPANG — Dialog Ilmiah tentang Penanggulan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria digelar Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3) di aula Bapelkes Kupang, Sabtu (29/4/2017) siang. DBD merupakan penyakit infeksi yang akut dan endemis terutama bagi anak-anak.

Kabid P2P Dinkes Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, S.KM, M.Kes sebagai pemateri tunggal menjelaskan secara detail tentang penyakit DBD dan malaria dalam dialog ilmiah tersebut. Terutama dijelaskan menyangkut upaya penanggulangan agar warga terutama anak-anak terhindar dari gigitan nyamuk Aides aegepty sebagai penyebar virus dengue.

Sementara Ketua Panitia Dialog Ilmiah Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3), Nanci Kaka, kepada wartawan menjelaskan, jumlah kasus DBD masih tergolong cukup tinggi di Kota Kupang. Penyakit DBD dan malaria juga bisa menyebabkan kematian bila tidak ditangani secara tepat. Hal itulah yang mendorong JMK3 menggelar dialog ilmiah bertema penanggulangan penyakit DBD dan malaria.

Dialog ilmiah yang dipandu Ketua Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3), Yoan BW Niron ini diikuti sekitar 300-an peserta anggota JMK3. Diharapkan dialog ilmiah menambah wawasan pengetahuan para mahasiswa kesehatan tentang upaya penanggulangan penyakit DBD dan malaria. (*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top