Daerah

Mathias Kayun : Alasan Pemkab Kupang Rebut Tanah Keluarga Bety Adalah Untuk Perkantoran

TEROPONGNTT, KUPANG — Alasan penyerobotan lahan seluas 3,5 hektar di Desa Oelanan, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang adalah untuk membangun gedung perkantoran. Demikian dikatakan perwakilan Keluraga Bety, Mathias Kayun saat menerima kunjungan anggota Komisi I DPRD NTT, Rabu (19/7/2017).

“Yang kita tahu pemerintah menyampaikan akan membangun gedung-gedung perkantoran di lahan ini,” ujar Mathias.

Mathias menjelaskan, pembangunan gedung-gedung perkantoran di lahan milik keluarga Bety tidak bermanfaat. Pasalnya, sembilan gedung yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Kupang sejak tahun 2002 sampai saat ini tidak pernah dimanfaatkan.

“Gedung yang ada sekarang sudah dibangun dari tahun 2002 sampai 2016. Namun tidak ada yang digunakan. Bahkan, sebagian bangunan telah rusak,” kata Mathias.

Sembilan gedung yang telah dibangun Pemkab Kupang yakni, satu unit rumah dinas pertanian, satu unit gedung KB, enam unit rumah pegawai kecamatan dan satu unit rumah dinas camat.

“Apa yang mau dibangun kalau yang ada saat ini saja tidak pernah digunakan. Ini namanya tidak ada asas manfaat,” kata Mathias.

Lahan masyarakat adat Suku Bety seluas 3,5 hektar di Desa Oelanan, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, direbut secara paksa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang. Pengambilalihan lahan masyarakat Suku Bety oleh Pemkab Kupang baru diketahui 2017 saat Keluarga Bety ditetapkan tersangka oleh polisi dengan alasan penyerobotan lahan. (pat)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top