Daerah

Masyarakat Kesal, Ruas Jalan Nangaba – Pemo Kembali Rusak

TEROPONGNTT, ENDE — Masyarakat Kecamatan Ende, Kabupaten Ende mengaku kesal dengan pihak kontraktor yang mengerjakan ruas jalan tengah, yang menghubungkan wilayah Kecamatan Ende dengan Kecamatan Maukaro. Kondisi ruas jalan ini sudah kembali rusak, khususnya dari Nangaba hingga ke Pemo, padahal baru dikerjakan dua tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Kecamatan Ende, Firmus Rigo saat ditemui di Ende, Minggu (7/5/2017). Rigo mengatakan, kondisi jalan tersebut rusak parah baik badan jalan maupun deker, aspal yang baru dikerjakan juga sudah mulai terkupas kembali.

Sesuai yang diketahui warga, kata Rigo, ruas jalan tengah tersebut dikerjakan kontraktor PT Novita Karya tahun 2015 dengan menelan dana Rp 12,5 miliar dan dilanjutkan tahun 2016 dengan menelan dana Rp  19,5 miliar. Artinya, total dana APBD Kabupaten Ende yang digunakan untuk pekerjaan aspal ruas jalan tersebut selama dua tahun mencapai Rp 32 miliar.

“Sebagai masyarakat asal Kecamatan Ende, saya juga merasa kecewa.  Pasalnya, baru dikerjakan kondisi jalan tersebut sudah kembali rusak berat. Ini yang menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan kontraktor,” kata Rigo.

Sementara warga lainya, Arkadius Sanggu mengatakan, sebagai masyarakat pihaknya mendesak aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejati NTT, untuk segera menyelidiki kasus pekerjaan ruas jalan tersebut. Dirinya menduga kuat, ada konspirasi antara kontraktor dengan Dinas PU Kabupaten Ende sehingga kualitas jalan menjadi kurang dan hal itu harus disoroti.

“Kami minta keseriusan penegak hukum untuk membongkar dugaan korupsi jalan Nangaba-Pemo tersebut,” kata  Arkadius  dibenarkan warga lainnya yang tidak mau namanya disebut. ( JR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top