Daerah

Masih Banyak Masyarakat NTT Belum Paham Apa Yang Dikerjakan Badan Litbang

TEROPONGNTT, KUPANG — Penelitian tidak boleh diekspos sebelum seminar akhir hasil penelitian. Mohon pengertiannya. Penelitian dan pengembangan itu termasuk dalam pengkajian, yang bersifat terapan. Jangan berpikir, penelitian dan pengembangan itu kerjanya apa?. Litbang itu konsep.

Demikian dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Provinsi NTT, Thomas Bangke sata dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (9/8/2017) siang. Saat mengatakan hal ini, Thomas Bangke didampingi Kabid Ekonomi dan Pembangunan Badan Litbang Provinsi NTT, Nixon Balukh, SP, M.Si.

Thomas Bangke mengakui, masih banyak masyarakat belum paham betul kerjanya Badan Litbang. Masyarakat masih menilai kerja badan litbang berdasarkan persepsi dan bukan berdasarkan norma. Sehingga penilaian tersebut perlu diluruskan agar menjadi benar-benar paham.

Dijelaskan Thomas Bangke, tugas dan fungsi badan litbang menghadirkan konsep yang kemungkinan bisa diaplikasikan 5-10 tahun yang akan datang. Litbang adalah ting-tengnya gubernur, litbang adalah ting-tengnya pemerintah. Litbang itu otaknya pemerintah.

“Litbang itu ting-tengnya gubernur. Gubernur mau buat apa, kita cari landasan teorinya seperti apa. Oh.. sudah betul pak, jalan saja.  Jadi litbang itu ting-tengnya pemerintah. Litbang itu adalah otak dari pemerintah. Jadi kalau pemerintah provinsi atau kabupaten mau buat apa, landasanya apa, konsepnya apa..?,” kata Thomas Bangke.

Jika masyarakat mengatakan bahwa hasil litbang lain tetapi kebijakan pemerintah lain, kata Thomas Bangke, maka tentu itu terjadi karena salah persepsi. Kebanyakan penilaian itu pada persepsi, bukan berdasarkan norma-norma yang ditentukan.

“Sehingga untuk menjawab persepsi itu, kita melakukan desiminasi atau sosialisasi. Salah satunya kita ikut pameran pembangunan mulai tanggal 10 Agustus 2017 besok,” kata Thomas Bangke.

Thomas Bangke mencontohkan kebijakan reformasi yang diterapkan selama ini. Reformasi yang diterapkan di Indonesia sebenarnya merupakan hasil penelitian sepuluh tahun yang lalu.

“Supaya jangan terjadi revolusi apa yang harus dilakukan. Sudah ada referensinya. Oh.. kalau reformasi hasilnya begini, begini, begini. Sudah ada penelitiannya dari 10-20 tahun yang lalu. Kalau diterapkan nanti kira-kira akan jadi begini. Jadi jangan berpikir Litbang itu kerjanya apa..?,” kata Thomas Bangke. (mar)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top