Daerah

Masih Ada Sorotan Terhadap Pelayanan BPJS Kesehatan di NTT

TEROPONGNTT, KUPANG – Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi sorotan masyarakat, terutama terkait pertanggungan biaya kesehatan saat peserta BPJS Kesehatan dirawat di rumah sakit.

Hal ini terungkap pada kegiatan Gathering Badan Usaha dan Media Pers serta Sosialisasikan Terpadu Program JKN-KIS yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kupang di Hotel Ima Kupang, Rabu (28/8/2019). Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta dari kalangan badan usaha dan media pers.

Sorotan terhadap pelayanan BPJS Kesehatan disampaikan saat sesi tanya-jawab. Beberapa peserta menanyakan, mengapa BPJS Kesehatan tidak menanggung semua biaya obat pasien peserta BPJS Kesehatan saat dirawat di rumah sakit. Bahkan, ada peserta menyoroti masih ada rumah sakit yang meminta pasien peserta BPJS Kesehatan untuk dipulangkan sementara ke rumah padahal masih belum sembuh, dan baru dibawa lagi ke rumah sakit pada hari berikutnya, cuma agar pasien bisa mendapat pertanggungan biaya rumah sakit dari BPJS Kesehatan.

Salah satu peserta yang menyoroti pelayanan BPJS Kesehatan adalah  Freddy Ongko Saputra, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTT yang juga mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi NTT. Freddy Ongko Saputra bahkan mengaku pernah mengalami sendiri bagaimana BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan keluarganya yang menjalani operasi jantung.

Menanggapi sorotan para peserta ini, para pemateri Sosialisasi Terpadu Program JKN-KIS dari BPJS Kesehatan Cabang Kupang mengatakan, biaya pengobatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menjalani perawatan di rumah sakit ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hanya memang ada tahapan prosedur teknis yang harus dipenuhi seperti kelengkapan surat rujukan dokter dari fasilitas kesehatan tingkat pertama dan prosedur lainnya.

Namun bila ada kejanggalan yang ditemui, menurut para pemateri, masyarakat peserta BPJS Kesehatan dapat memberikan pengaduan ke pihak BPJS Kesehatan. Sehingga bisa diketahui bagaimana duduk persoalan sebenarnya, apakah kesalahan ada pada pihak rumah sakit atau fasilitas kesehatan (faskes) atau justru kesalahan ada pada peserta BPJS Kesehatan sendiri.

Kegiatan Gathering Badan Usaha dan Media Pers serta Sosialisasikan Terpadu Program JKN-KIS ini dibuka Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Fauzi Lukman Nurdiansyah. Tujuan kegiatan gathering adalah untuk membangun dan mempererat silaturahmi antara BPJS Kesehatan dengan badan usaha dan media pers sebagai mitra dan sasaran pelayanan JKN-KIS. Sekaligus, bertujuan memberi pemahaman yang benar kepada badan usaha dan media pers terkait program terbaru BPJS kesehatan dalam pelaksanaan program JKN-KIS.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top