Daerah

Marianus Sae Sharing Pengalaman Tentang Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik di Undana

TEROPONGNTT, KUPANG – Bupati Ngada, Marianus Sae menjadi nara sumber tunggal pada acara Sharing Pengalaman Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik, yang digelar di kampus Program Pasca Sarjana Undana Kupang, Jumat (3/3/2017) siang. Berbagai program dan kebijakan pembangunan yang dilaksanakan Marianus Sae dalam memimpin Kabupaten Ngada tentu memiliki arti khusus dimata mahasiswa dan para ilmuwan Undana.

Kegiatan Sharing Pengalaman Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik, digelar atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Ngada dan Program Pasca Sarjana Ilmu Administrasi Undana Kupang.  Meski digelar atas kerjasama dengan Pemkab Ngada, namun pemilihan tema Sharing Pengalaman Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik memberi pesan kalau tata kelola pemerintahan di Kabupaten Ngada bisa dijadikan contoh dalam pelaksanaan pembangunan.

Sharing Pengalaman Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik yang dipandu mahasiswa Program Pasca Sarjana, Yosafat Koli, dihadiri para dosen dan mahasiswa program pascasarjana Undana serta mahasiswa program S1 lainnya. Prof Alo Liliweri dan Ketua Prodi Ilmu Administrasi Pascasarjana Undana, Dr Ajis S. Adang Djaha, M.Si mendampingi langsung Bupati Ngada tersebut saat menyampaikan materinya.

Pada kesempatan ini, Marianus Sae membagikan pengalamannya tentang bagaimana memimpin Kabupaten Ngada serta memaparkan program dan kebijakan pembangunan yang ia lakukan di kabupaten tersebut. Terutama tentang program Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (PERAK) yang bertujuan mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat.

Dikatakan Marianus, untuk menjalankan program pemberdayaan ekonomi rakyat (PERAK) pihaknya mengalokasikan dana hingga sebesar Rp 39 miliar. Bentuk pengelolaan programnya adalah membagikan ternak kepada masyarakat desa seperti babi, sapi dan kambing sesuai dengan topografi wilayah masing-masing. Wilayah yang cocok bagi usaha pertanian, dikembangkan tanaman holtikuktura dan kini wilayah-wilayah pertanian itu menjadi pemasuk sayur-syuran untuk daerah lain.

Masalah lain di Kabupaten Ngada, kata Marianus, adalah masalah pendidikan terutama kekurangan guru. Dengan program Bosdik, pemerintahannya mengangkat guru-guru kontrak untuk mengatasinya. Pemkab Ngada juga berkerja sama dengan Undana untuk mengatasi masalah peningkatan SDM masyarakat kabupaten tersebut. Sehingga dibangun Kampus Undana 2 di Kabupaten Ngada dan memberi beasiswa kepada warga yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Pemkab Ngada, kata Marianus, juga membangun infrastruktur untuk mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan. Sehingga percepatan pembangunan bisa berjalan baik dan masyarakat memiliki banyak kesempatan untuk berusaha dan menjadi manusia yang berhasil.

Dibidang kesehatan, kata Marianus, pemerintah Kabupaten Ngada memberlakukan program JKMN, dimana uang masyarakat yang disetor ke pemerintah diserahkan ke dinas kesehatan. Sehingga, ketika ada warga yang dibawa ke falitas kesehatan, pasien itu hanya perlu menunjukan KTP dan pihak rumah sakit silahkan mengklaim biaya pengobatannya ke dinas kesehatan.

Marianus Sae lahir di Bobajo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, 8 Mei 1962. Suami dari Maria Moi ini dikenal sebagai bupati yang fenomenal. Memiliki banyak terobosan dalam program pembangunan, termasuk memangkas sejumlah pembiayaaan seperti pembiayaan kendaraan dinas, memangkas biaya perjalanan dinas yang awalnya 39 miliar menjadi 8 miliar, memangkas biaya operasional kantor yang awalnya dari 97 miliar menjadi 39 miliar. (nia)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top