Hukrim

Mantan Pastor Herman Jumat Masan Akan Menjalani Hukuman Mati

# Hukuman Mati Juga Akan Dijalani Gaundensius Resing alias Densi

TEROPONGNTT, KUPANG — Mantan Pastor Keuskupan Larantuka, Herman Jumat Masan akan menjalani hukuman mati. Walau demikian, rencana hukuman mati bagi terpidana yang biasa disapa Herder ini masih akan dikoordinasikan dengan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Hal ini dikatakan Asisten Pidana Umum Kejati NTT, Budi Handaka kepada wartawan di Kupang, Kamis (8/9/2016) siang. Selain terpidana Herman Jumat Masan, juga ada satu terpidana lagi yakni Gaundensius Resing alias Densi yang juga akan menjalani hukuman mati.

“Dalam waktu dekat ini dua tersangka yang akan menjalani hukuman mati yakni Herman Jumat Masan alias Herder dan Gaundensius Resing alias Densi. Kedua terdakwa terlibat kasus pembunuhan berencana dan dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP,” kata Budi.

Dikatakan Budi, Pengadilan Negeri (PN) Sikka memvonis Herder dengan hukuman mati. Herder mengajukan banding dan kasasi hingga peninjauan kembai (PK), namun semuanya ditolak. “Kami akan koordinasikan, sebagai pelaku utama atas pembunuhan terhadap Mery Grace bersama dua anaknya di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, segera di hukum mati,” kata Budi.

Herman Jumat Masan terbukti membunuh istrinya, Mery Grace dan kedua anaknya di wisma yang dikenal sebagai Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela, Sikka. Jenasah ketiga korban dimakamkan di depan kamarnya. Kasus ini baru terungkap setelah 10 tahun disembunyikan oleh Herder yang masih menjalani tugasnya sebagai pastor.

Sedangkan Gaundensius Resing, kata Budi, diketahui membunuh istrinya Etropia Salviana menggunakan parang. Saat kejadian, pria yang biasa disapa Densi ini, menghampiri istrinya yang sedang mengupas biji asam, lalu mengayunkan parang dari arah belakang ke arah leher hingga leher korban nyaris putus. Korbanpun meninggal dunia di tempat kejadian. Resing telah menjalani hukuman selama 14 tahun di Lapas Klas IA Kupang. (NTT terkini/*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top