Daerah

Lurah Oekefan : Tidak Ada Usul Masyarakat Saat Musrenbang Untuk Bangun Embung

TEROPONGNTT, SOE — Menanggapi pernyataan Anggota DPRD TTS, Religius Usfunan beberapa hari lalu yang dilansir media ini, Lurah Oekefan, Musa D.J Missa membantah jika embung dibangun atas usul masyarakat kelurahan Oekefan pada saat Musrenbang tingkat kelurahan.

“Selama sembilan tahun saya jadi Lurah di Kelurahan Oekefan, tidak ada satupun masyarakat yang mengusulkan untuk bangun Embung yang termuat dalam dokumen perencanaan tingkat kelurahan,” tegas Lurah Oekefan, Musa D.J. Missa  saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/9/2019).

Disinggung mengenai adanya usulan masyarakat untuk bangun embung ketika Anggota DPRD TTS melakukan kunjungan kerja atau reses, Missa mengaku, sama sekali tidak tahu.

“Kalau usulan masyarakat untuk bangun embung pada saat anggota DPRD datang reses dan kunjungan kerja, saya tidak tahu,” kata Missa.

Mengenai keterlibatan dirinya sebagai lurah dalam pembangunan embung di wilayahnya, ayah dari dokter Dessy Natalia T Missa ini mengaku, jika dirinya hanya diminta oleh dinas untuk memproses dokumen pelepasan hak atas tanah ketika pekerjaan embung sudah dilaksanakan, Sementara untuk menunjukan lokasi atau lahan untuk dibangun embung, dirinya sama sekali tidak mengetahui.

“Komunikasi tentang lokasinya dimana, saya tidak tahu. Saya hanya diminta untuk urus pelepasan hak atas tanah setelah pekerjaan embung sedang dikerjakan. Mungkin dari dinas yang komunikasi langsung dengan pemilik lahan,” tuturnya.

Ditanya mengenai kapan dimulainya pekerjaan tersebut dan besaran biaya, Lurah Oekefan, Musa D.J. Missa mengatakan, tidak tahu karena tidak ada papan informasi di lokasi yang hendak dibangun embung.

“Saya tidak tahu mengenai berapa anggarannya, waktu pekerjaan berapa lama dan CV-nya nama apa, saya tidak tahu. Bilangnya yang kerja itu embung orang dari Atambua,” ucap Missa.

Yang dia tahu, pekerjaan embung tersebut mulai dikerjakan sekitar awal bulan Desember tahun 2015.

“Sekitar awal Desember 2015 baru mereka mulai kerja,” kata Missa.

Sementara beberapa warga Oekefan yang namanya tidak mau disebutkan, mengaku tidak mengetahui dan tidak pernah mengusulkan untuk bangun embung.

Ketong sonde tau pa. Kotong hari-hari urus jualan di pasar na, mana ketong mau tau yang begitu-begitu dong,” jawab mereka dengan logat Kupang.

(PR)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top