Daerah

Lery Mboeik Minta Polres TTS Serius Tangani Kasus Human Trafficking TKW Asal Desa Toineke

TEROPONGNTT, KUPANG — Ketua PIAR NTT yang juga mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sarah Lery Mboeik meminta Polres TTS serius dalam menangani kasus human trafficking (kasus perdagangan orang) yang menimpa seorang ibu muda asal Desa Toineke, Kecamatan Kualin. Apalagi kasusnya sudah dilaporkan sejak sebulan yang lalu.

Ibu muda asal Desa Toineke, Kecamatan Kualin yang dimaksud Ketua PIAR NTT, Sarah Lery Mboeik adalah Ance Yuliana Punuf, TKW yang mengaku disiksa, dipukul dan dijambak rambutnya oleh majikan ketika menjadi asisten rumah tangga di Malaysia. Ance Yuliana Punuf didampingi pamannya, Yeskial Tsumbale dan Katarina Kabnani (istri Yeskial Tsumbale), saat datang ke Sekretariat DPW Partai Nasdem NTT untuk bertemu Sarah Lery Mboeik yang sedang berada di secretariat partai Nasdem tersebut.

“Kasus human trafficking yang menimpah Ance Yuliana Punuf sudah dilaporkan ke polisi dan penyidik Polres TTS sudah memeriksa para saksi dan korban. Tapi sampai saat ini penanganan kasusnya berjalan di tempat. Karena itu, kami minta polisi serius tangani kasus ini,” kata Lery Mboeik.

Lery Mboeik mengatakan, dirinya akan berangkat ke Kota Soe dan bertemu Kapolres TTS untuk menanyakan kelanjutan penanganan kasus human trafficking yang menimpa Ance Yuliana Punuf, ibu muda asal Desa Toineke, Kecamatan Kualin tersebut.

Saat bertemu mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sarah Lery Mboeik yang juga kader Partai Nasdem di Sekretariat DPW Partai Nasdem Provinsi NTT, Ance Yuliana Punuf menceritakan, selama tiga bulan menjadi asisten rumah tangga sebagai TKW di Malaysia, dirinya tidak digaji majikan dan malah mendapat penyiksaan secara terus menerus. Sampai akhirnya ia berhasil melarikan diri dan pulang ke daerah asalnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

“Saya disiksa, dipukul dan dijambak rambut oleh majikan. Biar saya tidak salah, anaknya yang salah dan nakal, tapi saya yang malah dipukul majikan. Rambut saya ditarik terus kepala saya dipukul ke tembok,” cerita Ance Yuliana Punuf.

Menurut Ance Yuliana Punuf, kasus keberangkatan menjadi TKW ke Malaysia hingga mengalami penyiksaan oleh majikan sudah dilaporkan ke Polres Timor Tengah Selatan (TTS) sebagai kasus perdagangan orang atau human trafficking. Namun, hingga saat ini belum jelas penanganannya oleh polisi. Karena itulah, ia mengadu kepada Sarah Lery Mboeik. (nia)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top