Daerah

Lawan Covid-19!!!, ETIKA Bantu 2.000 Masker Untuk RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang dan 11 Puskesmas

TEROPONGNTT, KUPANG – Etnis Tionghua Kupang (Etika) memberi bantuan alat pelindung diri (APD) berupa 2.000 masker bagi tenaga kesehatan di RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang dan 11 puskesmas di wilayah Kota Kupang. Ini merupakan bentuk kepedulian warga etnis Tionghoa di Kota Kupang untuk turut membantu pemerintah memerangi penyebaran penyakit Covid-19 (Coronavirus Disease 2019).

Di Puskesmas Penfui, penyerahan bantuan masker dilakukan David Kenenbudi, selaku Badan Pengurus Etika pada, Jumat (27/3/2020) siang. Bantuan masker diterima Kepala Puskesmas Penfui, dokter Maria Stefani dan disaksikan para tenaga medis lainnya.

Para tenaga dokter dan tenaga medis Puskesmas Penfui tampak antusias menerima bantuan APD berupa masker yang diserahkan David Kenenbudi. Dalam rangka mengantisipasi dan memerangi penyebaran Coronavirus, petugas Puskesmas Penfui selalu menggunakan masker saat member pelayanan kepada para pasien.

Sementara penyerahan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa masker bagi tenaga kesehatan di RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang telah dilakukan pada Selasa (24/3/2020). Penyerahan bantuan APD berupa masker diserahkan langsung oleh Ketua Komunitas ETIKA, dokter Hendrick Jodjana dan diterima pimpinan RSU tersebut. Pihak RSU Prof. Dr WZ Johannes Kupang menyambut gembira bantuan yang diberikan komunitas warga Etnis Tionghua Kupang (Etika) tersebut.

Humas RSU Prof. Dr WZ Johannes Kupang, Ros Mbindi yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Jumat (27/3/2020) siang, membenarkan pihak RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang telah menerima bantuan masker tersebut. Namun Ros Mbindi menolak menjelaskan lebih jauh dengan alasan agar tidak terjadi kesalahan dalam member informasi kepada media.

David Kenenbudi, selaku Badan Pengurus Komunitas Warga Etika, menjelaskan, penyerahan bantuan masker di Puskesmas Penfui merupakan bagian dari penyerahan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa 2.000 masker baru tenaga kesehatan di RSU Prof. Dr WZ Johannes Kupang dan 11 puskesmas dalam wilayah Kota Kupang. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian, karena tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam memerangi Covid-19.

Sementara mengenai Komunitas Warga Etnis Tionghoa Kupang (ETIKA), David Kenenbudi menjelaskan, secara etimologis, kata Etika berasal dari kata Yunani yakni Ethos yang berarti sifat, adat, kebiasaan, dan ‘Enthikos’ yang berarti susila,keadaban dan perbuatan baik. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, dan tentang hak dan kewajiban moral.

Karena itulah, kata David Kenenbudi, komunitas warga Etnis Tionghoa Kupang menamakan dirinya ETIKA, sehingga membawa energi positif dalam keikutsertaan memerangi Covid-19 yang kini menjadi mimpi buruk bagi dunia termasuk warga NTT dan Kota Kupang khususnya.

“Etika adalah akronim dari ETnis TIonghoa KupAng, yang berupaya melakukan adab dan perbuatan yang baik, sesuai dengan pengertian Etika secara etimologis. Etika terdiri dari orang-orang yang mencintai Indonesia, dan mencintai kemanusiaan. Etika bukan tentang siapa yang berlomba menunjukan siapa, tetapi tentang siapa yang mau melepaskan egonya, meninggalkan identitas spesifik, dan secara bersama-sama mau mengambil peran untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, atas nama kemanusiaan,” kata David kenenbudi.

Di Kota Kupang, lanjut David Kenenbudi, Etika lahir dengan aksinya untuk menyuntikan energy positif dalam menghadapi serangan ‘Hantu’ Coronavirus. Covid-19 mencoba menghancurkan semua dimensi kehidupan, dan Etika hadir untuk turut memberikan perlawanan, merebut kembali hak untuk hidup yang lebih baik, atas nama kemanusiaan.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi upaya membantu memerangi Covid-19, terutama bagi para tenaga medis, dokter dan perawat, dalam melayani para pasien.  “Bersama ETIKA, Kita Lawan Covid-19!!!,” kata David Kenenbudi.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top