Daerah

Kurang Pemahaman, Cuma 11 Orang Yang Kantongi SIM Gratis di Polres TTS

TEROPONGNTT, SOE — Dari 180 orang yang mendaftar mengikuti pengujian untuk mendapatkan SIM gratis di Polres TTS, hanya 11 orang yang dinyatakan lulus dan berhak mengantongi SIM gratis. Pelayanan pengujian untuk mendapatkan SIM secara gratis diselenggarakan Polres TTS selama tiga hari, 1-3 Juli 2019.

Pelayanan pendaftaran dan pengujian SIM gratis dilakukan Polres TTS dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73 tahun 2019. Program pelayanan SIM gratis ini dilakukan di seluruh Polres dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara ke-73.

Kasat Lantas Polres TTS, IPTU Wastoro yang dihubungi, Selasa (2/7/2019), menjelaskan, kandala yang dihadapi oleh peserta ujian yakni kurangnya pemahaman peserta dalam menjawab pertanyaan, baik secara tertulis maupun pengisian jawab secara online mengggunakan komputer.

“Kebanyakan peserta yang tidak paham pertanyaan baik dalam isian maupun ujian online menggunakan komputer yang disediakan Polres TTS,” kata Wastoro.

Bahkan menurut Wastoro, ada pertanyaan yang sangat sederhana seperti, bolehkan mengendarai sepeda motor berbonceng tiga dan ada yang menjawab boleh bonceng tiga.

“Ada yang jawab “boleh” kalau bawa motor bonceng tiga orang. Itu kan pertanyaan sederhana tapi jawabnya salah,” kata Wastoro.

Bagi yang tidak lulus dan namanya sudah terdaftar, tambah Wastoro, bisa kembali mengikuti ujian namun akan dikenakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Masih bisa ikut ujian ulang setelah program gratis ini usai. Namun, dikenakan PNBP,” ucap Wastoro.

Pantau media ini, sejak Senin 1 Juli 2019, animo masyarakat TTS yang mengurus SIM program gratis di Polres TTS sangat banyak dan mencapai 750 lebih orang.

(PR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top