Daerah

KSP TLM Lebarkan Sayap ke Provinsi Sulawesi Tengah dan Bali

TEROPONGNTT, KUPANG — Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM) berdiri sejak Januari 2011 dan mulai November 2013 berubah statusnya menjadi koperasi primer tingkat nasional. Dalam kurun waktu 6 tahun, KSP TLM mengembangkan sayapnya dengan membuka kantor cabang di Kota Palu, Propinsi Sulawesi Tengah dan di Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali.

KSP TLM mengusung motto “Melayani Dengan Kasih” dan telah melayani anggota sebanyak 66.801 orang. Asset KSP TLM terus meningkat dan kini mencapai Rp 701 miliar.

Demikian dikatakan Ketua Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM), Pdt. Semuel Victor Nitti saat memberikan sambutannya pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-6 KSP TLM di Ballroom Neo Aston Kupang, Sabtu( 27/5/2017).

Menurut Pdt Nitti, fokus utama KSP TLM adalah anggota perempuan pelaku usaha mikro melalui program unggulannya SeSaMa (persekutuan usaha bersama). Dalam program ini, sekitar 5 sampai 30 anggota yang berkelompok, bisa mendapat akses pelayanan simpan pinjam dan pendidikan sederhana. Rata-rata pinjaman yang diberikan kepada kelompok, perorangnya sebesar Rp 2 juta dengan cara pengembalian, anggota dapat menabung setiap minggu dengan nilai yang kecil tanpa biaya dan anggunan.

“Lewat Program SeSaMa, KSP TLM mendorong semangat gotong-royong yang merupakan jiwa koperasi dan sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945,” kata Pdt. Nitti.

Pdt Nitti mengatakan,  sejak KSP TLM berdiri hingga jumlah karyawan-karyawati mencapai sebanyak 428 orang, seluruh kantor pelayanan KSP TLM selalu dihubungkan dengan sistem informasi dan teknologi yang dibangun sendiri lewat koneksi satelit. Baik untuk pelayanan pinjaman, simpanan serta laporan keuangan dari seluruh provinsi, dilakukan secara online dan real time sehingga dapat dipertanggung jawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk Tahun 2017 ini, Pdt Nitti berharap, KSP TLM terus bertumbuh dan melayani lebih banyak anggota dengan target pertumbuhan anggota dari 68 ribu menjadi 83 ribu atau 21 persen. Sedangkan untuk aset, dari Rp 71 milyard menjadi Rp 93 milyard atau bertambah 33 persen.

Sementara ditempat yang sama, Grace Djami Yusuf sebagai Ketua Penyelenggara Rapat  Anggota Tahunan ke 6 KSP TLM, mengatakan, KSP TLM adalah koperasi primer tingkat Nasional yang berada di 3 Propinsi yaitu  Nusa Tenggara Timur, Propinsi Sulawesi Tengah, Palu dan Propinsi Bali tepatnya di Kabupaten Buleleng, dengan 14 Kabupaten dan 32 kantor cabang.

“Untuk RAT ke 6 tahun ini kami tampil agak beda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena KSP TLM sudah menjadi koperasi primer tingkat Nasional maka  saat ini, baik anggota maupun karyawan -karyawati KSP TLM berbusana adat dari 3 provinsi yaitu NTT, Palu dan Bali sebagai seragam. Tujuan kami berbusana adat selain sebagai ciri dari keaneka ragaman di wilayah pelayanan kami, juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyrakat bahwa KPS TLM yang sudah mendapat penghargaan dari Gubernur NTT.

“KSP TLM   ada untuk melayani dengan kasih tanpa memandang suku, ras, Agama dan golongan. ,” katanya.

Acara RAT ke-6, selain dihadiri perwakilan dari NTT, Palu dan Bali serta undangan lainnya, dengan perkiraan jumlah sekitar 600 orang. Hadir pula Deputi Kelembagaan Kementrian Bidang Koperasi dan UKM, Ir Muliadi Sembiring. (erawati)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top