Daerah

KPU NTT Mengutuk Tindakan Pengacara Yang Memukul Ketua KPU Lembata

TEROPONGNTT, KUPANG – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU NTT) dan seluruh KPUD kabupaten/kota, menyatakan protes keras dan mengutuk tindakan oknum pengacara, Melky Pranata Koedoeboen, SH, yang menganiaya atau memukul Ketua KPU Lembata, Petrus Payong Pati. KPU NTT meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

Demikian pernyataan sikap KPU Provinsi NTT bersama KPUD kabupaten/kota se-Provinsi NTT seperti disampaikan Juru Bicara KPU Provinsi NTT, Yosafat Koli kepada wartawan di Kupang, Rabu (10/5/2017) siang. Ketua KPUD Lembata, Petrus Payong Pati dipukul pengacara, Melky Pranata Koedoeboen, SH selaku kuasa hukum pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Herman Yosef Loli Wutun-Yohanes Viany K.Burin, usai sidang kode etik di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jakarta, Rabu (10/5/2017).

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan seluruh komisi pemilihan umum (KPU) kabupaten/kota, menyatakan protes keras terhadap tindakan yang dilakukan oknum kuasa hukum salah satu paket Bupati dan Wakil Bupati Lembata pada pilkada Lembata tahun 2017, terhadap Ketua KPU Lembata, Petrus Payong Pati,” kata Yosafat.

Menurut Yosafat, tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum kuasa hukum, Melky Pranata Koedoeboen SH, tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.  Perbuatan itu tidak patut dilakukan oleh seorang pekerja hukum dan atas tindakan tersebut, KPU sebagai lembaga pegiat demokrasi merasa sangat merasa sangat dilukai.

“Karena itu kami menyatakan protes keras dan mengutuk dengan keras, tindakan penganiayaan kepada Ketua KPU Kabupaten Lembata oleh pengacara Melki Pranata Koedoeboen, SH selaku kuasa hukum salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata, yang terjadi usai pembacaan keputusan DKPP di Jakarta,” tegas Yosafat.

KPU Provinsi NTT dan seluruh KPUD kabupaten/kota se-NTT, kata Yosafat, meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menghukum pelaku seberat- beratnya agar tidak terjadi kasus serupa di kemudian hari. KPU Provinsi NTT dan KPUD kabupaten/kota se-NTT akan terus mengawal proses hukum terhadap kasus penganiayaan tersebut sampai tuntas.

“Kami mengajak semua pihak untuk menghormati hasil pemilihan pada Pilkada 2017 di Lembata,” kata Yosafat.

Ketua KPUD Lembata, Petrus Payong Pati dipukul oknum pengacara, Melky Pranata Koedoeboen, SH, usai sidang kode etik dengan agenda pembacaan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Rabu (10/5/2017). Peristiwa pemukulan di DKPP Jakarta sekitar pukul 14.00 Wita.

Belum diketahui pasti alasan pelaku memukul atau menganiaya Ketua KPUD Lembata tersebut. Namun, pihak KPUD Lembata sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Menteng, Jakarta Pusat.  Korban, Petrus Payong Pati selaku Ketua KPUD Lembata juga sudah dilakukan visum et repertum di RSCM Jakarta. (nia)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top